Kamis, 22 November 2018

MENGENAL TUJUAN & TAHAPAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN YANG HARUS ANDA LALUI


Mengapa montir memeriksa mobil yang dibawa ke bengkel? Agar mengetahui ban mana yang bocor atau mesin mana yang rusak. Mengapa Anda pergi ke dokter jika sakit? Jawabnya yakni agar mengetahui kondisi kesehatannya, dan masih banyak lagi kondisi-kondisi seperti demikian.

Layaknya kondisi seperti yang dicontohkan, laporan keuangan juga butuh audit untuk mengetahui kondisi perusahaannya. Laporan keuangan yang diaudit akan memberikan informasi mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan, apakah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku atau tidak. Audit merupakan bentuk akuntabilitas perusahaan kepada para pemangku kepentingan. Audit dilakukan oleh akuntansi publik sebagai pihak yang independen.

Definisi Audit


Menurut Arens (2003), audit merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Secara singkat, audit merupakan perbandingan antara kondisi yang terjadi dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

Laporan keuangan suatu perusahaan wajib diaudit. Terlebih jika perusahaan Anda merupakan perusahaan yang go public. Apabila laporan keuangan tidak diaudit, mungkin laporan keuangan tersebut mengandung banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, laporan keuangan yang belum atau tidak diaudit kurang dipercaya kewajarannya oleh stakeholder.

Tujuan Audit Laporan Keuangan


Tujuan audit dari laporan keuangan yaitu untuk menilai kewajaran atau kelayakan penyajian laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Adapun kelayakan dan kewajaran ini mengacu pada prinsip akuntansi yang berterima umum dan selanjutnya atas penilaian tersebut akan tercermin pada opini audit. Opini audit laporan keuangan ada empat macam, yatui:
  • Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  • Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion), artinya laporan keuangan dapat diandalkan tetapi masih ada beberapa masalah atau pos yang dikecualikan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
  • Tidak Wajar (Adversed), artinya laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan standar akuntansi atau ada kesalahan material dalam laporan keuangan tersebut.
  • Tidak Memberikan Pendapatan (Disclaimer), artinya laporan keuangan memiliki kesalahan yang material dan manajemen membatasi lingkup pemeriksaan sehingga auditor tidak menemukan bukti yang cukup.
Tahapan Audit Laporan Keuangan


Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa audit merupakan suatu kegiatan yang tersistematis sehingga untuk melakukan audit, terdapat tahapan-tahapan yang perlu dilakukan. Adapun tahapan-tahapan audit laporan keuangan sebagai berikut:

A. Penerimaan Perikatan Audit
Perikatan merupakan suatu kesepakatan kedua belah pihak. Dalam hal audit maka kedua belah pihak ini adalah pihak auditor dan perusahaan yang biasanya diwakili oleh manajemen. Sebelum melaksanakan audit, maka harus ada sebuah kesepakatan yang harus dibuat dan disetujui bersama. Manajemen atau klien menyerahkan audit laporan keuangan kepada auditor dan auditor menyanggupi audit laporan keuangan sesuai dengan kompetensinya. Bentuk perikatan ini dalam bentuk surat perikatan audit.

Tahap pertama dalam mengaudit suatu laporan keuangan adalah memutuskan apakah akan menolak atau menerima pekerjaan audit tersebut. Namun, untuk memutuskannya auditor juga mempertimbangkan hal-hal seperti integritas manajemen, mengidentifikasi risiko, menilai independensi, menentukan kompetensi dan kemampuan profesionalnya. Jadi dalam menentukan untuk menerima audit atau tidak memerlukan pertimbangan yang banyak bukan semata-mata mendapatkan klien saja.

B. Perencanaan Proses Audit
Tahap selanjutnya yaitu merencanakan proses audit. Untuk membuat perencanaan audit, seorang auditor harus melakukan beberapa kegiatan seperti memahami bisnis dan industri klien, melakukan prosedur analitik, menentukan materialitas, menetapkan risiko audit dan risiko bawaan, memahami struktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian, mengembangkan rencana audit dan program audit. Nanti pada prakteknya tidaklah sesingkat hal tersebut. Dari setiap kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan proses audit tersebut memiliki hal atau bagian lain yang harus dikerjakan lagi. Sehingga rencana audit laporan keuangan pun dibuat dengan benar dan tepat.

C. Pelaksanaan Pengujian Audit
Setelah membuat perencanaan audit maka saatnya melaksanakan pengujian audit. Pada tahap ini, auditor akan melakukan pengujian analitik, pengujian pengendalian dan pengujian substantif. Singkatnya pengujian analitik dilakukan auditor dengan mempelajari data-data dan informasi bisnis klien dan membandingkan dengan data dan informasi lain. Pengujian pengendalian merupakan prosedur audit untuk melakukan verifikasi efektivitas pengendalian internal klien. Sementara pengujian substantif merupakan prosedur audit untuk menemukan kesalahan yang langsung memberikan pengaruh pada laporan keuangan.

D. Pelaporan Audit
Tahap terakhir yaitu pelaporan audit. Laporan audit adalah hasil dari pekerjaan audit yang telah dikerjakan. Laporan ini merupakan bentuk komunikasi auditor dengan pihak lainnya. Laporan audit tidak boleh dibuat secara sembarangan. Di dalam laporan audit harus mencakup jenis atau jasa yang diberikan, objek yang diaudit, lingkup audit, tujuan audit, hasil audit dan rekomendasi yang diberikan jika ada kekurangan, dan informasi lainnya. Laporan audit merupakan tanggung jawab audit yang besar sehingga untuk memutuskan dan membuat laporan ini harus hati-hati. Jika tidak maka nama kantor akuntan publik biasanya akan tercemar dan akan ada hukuman dari pihak berwajib.

Demikian ulasan mengenai audit mulai dari pengertian, tujuan dan tahapan audit laporan keuangan. Agar laporan keuangan perusahaan Anda mendapatkan penilaian atau opini yang baik, Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

JENIS-JENIS TRANSAKSI PERUSAHAAN JASA YANG HARUS ANDA KETAHUI


Terdapat karakteristik yang berbeda dari perusahaan jasa. Seperti yang diketahui, bisnis ini bentuknya adalah layanan, sehingga barangnya tidak berwujud fisik. Karena itu jumlahnya sulit untuk dihitung. Selain itu, jika Anda perhatikan perusahaan jasa tidak memberikan informasi harga pokok dari jasa yang dijualnya bukan? Pada saat Anda me-laundry pakaian, apakah penjual atau pemberi jasa akan memberi tahu harga mesin cuci yang mereka pakai? Tentu saja tidak, bahkan jika mungkin ada akan menjadi aneh. Ya, ini karena jasa dan harga pokok barang bukan merupakan satu kesatuan.

Sama halnya dengan jenis-jenis perusahaan lainnya, perusahaan jasa melakukan transaksi dalam kegiatan operasionalnya. Namun, transaksi yang dilakukan juga menyesuaikan dengan jenis kegiatan yang dilakukan. Transaksi pada perusahaan jasa berbeda dengan yang dilakukan oleh perusahaan lain. Mungkin ada yang sama, untuk transaksi umum tentu saja sama, tetapi berdasarkan kegiatan utamanya yang dilakukan sangat berbeda. Sehingga tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis transaksi apa saja yang dilakukan oleh perusahaan jasa. Berikut uraiannya:

Pembelian


Transaksi pembelian yang sering dan pasti dilakukan oleh perusahaan jasa yaitu berupa pembelian peralatan dan perlengkapan kerja. Untuk memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan maka perusahaan wajib menyiapkan peralatan dan perlengkapan untuk mendukung operasionalnya. Setiap transaksi pembelian harus dicatat dengan baik dan benar karena dalam waktu kedepan, perusahaan akan mencatat transaksi lain yang berhubungan dengan transaksi pembelian yang dilakukan. Misalnya, pada saat ini Anda membeli mesin cuci maka periode depan Anda akan melakukan transaksi seperti perawatan, penyusutan. Jadi transaksi pembelian tidak boleh diabaikan.

Pendapatan


Seperti halnya perusahaan lain, perusahaan jasa dibuka juga dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Pendapatan dari perusahaan jasa yakni pendapatan dari layanan yang telah diberikan. Oleh karena itu, para pengusaha jasa akan selalu mencoba memberikan layanan yang terbaik, sehingga pelanggan merasa puas dan bisnis terus beroperasi. Transaksi pendapatan juga wajib dicatat dalam pembukuan perusahaan baik dalam bentuk tunai maupun kredit.

Pembayaran Beban-Beban


Selain mengeluarkan uang untuk membeli keperluan seperti peralatan dan perlengkapan, untuk menunjang operasionalnya perusahaan jasa juga mengeluarkan beban. Adapun beban-beban tersebut merupakan suatu kewajiban sehingga Anda harus membayarnya. Contoh beban yang biasanya dikeluarkan seperti beban tagihan listrik, telepon, internet, administrasi, dan beban-beban lainnya.

Penerimaan Piutang


Penjualan atau jika di perusahaan jasa yakni pemberian layanan yang dilakukan secara kredit akan menimbulkan piutang. Sesuai dengan kebijakan atau kesepakatan yang dilakukan dengan pembeli maka konsumen dengan tagihan piutang akan melunasi pembayaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Sehingga pada waktu pelunasan piutang, perusahaan juga harus mencatatnya.

Penanaman dan Pengembalian Modal & Investasi


Suatu perusahaan pertama kali saat didirikan pasti ada setoran modal dari pemilik atau pun investor. Semua investasi juga harus dicatat dengan baik. Apalagi jika dana atau modal yang diperoleh dari pihak lain. Dengan demikian pembagian hasil dan pengembaliannya jelas.

Itulah 5 transaksi perusahaan jasa yang umum dilakukan dan perlu ketahui. Sehingga Anda dapat menentukan pos atau akun dari setiap transaksi-transaksi yang terjadi secara benar. Dengan demikian Anda dapat mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Jumlah dan jenis transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa berbeda antar perusahaan, bergantung pada besar atau tidak lingkup operasional perusahaan. Perusahaan yang lebih besar tentu saja akan lebih kompleks dan banyak transaksinya daripada perusahaan dengan skala kecil.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

MENGENAL JENIS-JENIS TRANSAKSI YANG TERJADI PADA PERUSAHAAN DAGANG


Seperti yang kita ketahui, berdasarkan aktivitasnya, perusahaan secara umum dibagi menjadi 3 kategori, yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai perusahaan dagang. Perusahaan dagang didefinisikan sebagai perusahaan yang kegiatan bisnisnya membeli barang dagangan dari supplier dan kemudian menjualnya kembali kepada konsumen tanpa mengubah wujud dan sifat barang tersebut. Adapun karakteristik perusahaan dagang adalah:
  • Kegiatan utamanya adalah membeli barang dan menjual barang dagangan
  • Pemasukan utama dari penjualan
  • Untuk menghitung laba/rugi harus menghitung dahulu harga pokok penjualan (HPP)
  • Beban operasionalnya berupa beban penjualan dan beban administrasi umum
Transaksi merupakan kegiatan yang umum dilakukan oleh semua manusia tidak terkecuali juga dilakukan oleh sebuah bisnis atau perusahaan. Perbedaan karakteristik antar jenis perusahaan juga menyebabkan adanya perbedaan untuk beberapa transaksi yang dilakukannya. Lalu apa saja transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang? Berikut ini merupakan transaksi yang terjadi di perusahaan dagang.

Pembelian Barang Dagangan


Transaksi pembelian ini adalah kegiatan membeli suatu produk. Adapun pihak penyedia barang atau penjual dapat berupa perusahaan, perorangan, maupun toko. Transaksi pembelian dibedakan menjadi dua, yaitu dilakukan secara tunai dan secara kredit.

Retur Pembelian & Pengurangan Harga


Transaksi ini berupa kegiatan pengembalian barang yang sudah dibeli kepada penjual karena terdapat kerusakan, kecacatan produk, atau ketidaksesuaian produk dengan pesanan.

Penjualan Barang Dagangan


Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu kegiatan utama perusahaan dagang adalah penjualan. Kegiatan penjualan adalah Anda sebagai pihak penjual menyerahkan barang dagangan kepada konsumen di mana pembayarannya dapat dilakukan secara tunai dan kredit.

Retur Penjualan & Pengurangan harga


Seperti halnya retur pembelian dan pengurangan harga, retur penjualan dan pengurangan harga ini hanya sudut pandangnya saja yang berbeda. Pada transaksi ini maka sudut pandang dari penjual. Jadi di sini perusahaan mengambil kembali barang dagangan yang sudah dibeli atau dipesan oleh konsumen yang mengalami kerusakan, kecacatan, ataupun ketidaksesuaian pesanan.

Potongan Penjualan & Pembelian


Perusahaan atau penjual memberikan potongan harga atau diskon atas penjualannya kepada konsumen yang telah melunasi piutangnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sedangkan potongan pembelian adalah potongan atau diskon yang diperoleh pembeli jika pembeli melunasi utang dengan waktu yang lebih cepat dari waktu yang ditetapkan atau waktu sesuai dengan perjanjian atau kontrak dan pembayaran dilakukan secara tunai.

Beban Angkut Pembelian & Penjualan


Transaksi beban angkut pembelian ini berupa biaya beban angkut yang ditanggung pembeli. Beberapa supplier biasanya tidak mau menanggung biaya angkut dari gudang ke tempat pembeli, karenanya timbul biaya angkut pembelian. Sedangkan beban angkut penjualan adalah biaya angkut yang ditanggung oleh pihak penjual pada saat mengirimkan barang dagangannya.

Persediaan Barang Dagangan


Persediaan barang dagangan merupakan bahan atau barang yang akan digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan operasionalnya dan penjualan. Persediaan merupakan salah satu jenis aset yang riskan, oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan dan pengontrolan yang teratur.

Pembayaran Utang


Untuk mendapatkan modal atau adanya transaksi yang dilakukan secara kredit ini mengakibatkan perusahaan memiliki utang kepada pihak lain. Jika perusahaan mempunyai utang maka Anda atau pembeli wajib melakukan pelunasan utang kepada pihak kreditor. Biasanya utang yang sering dilakukan oleh perusahaan dagang yaitu utang pembelian barang dagangan karena dilakukan secara kredit. Sebaiknya utang dilunasi sesuai dengan kesepakatan yang dibuat bersama bahkan akan lebih baik jika dilunasi sebelum waktu jatuh tempo.

Penerimaan Piutang


Adanya penjualan yang dilakukan secara kredit menimbulkan adanya piutang. Sebab itu, jika perusahaan atau pihak penjual menerima pelunasan piutang maka harus dicatat.

Itulah jenis transaksi dan pencatatan akuntansi yang harus Anda pahami pada perusahaan dagang. Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

8 SIKLUS TAHAPAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA


Tahapan siklus akuntansi perusahaan jasa tidaklah jauh berbeda dari siklus akuntansi perusahaan dagang. Perbedaannya hanya terletak pada proses kegiatan usaha dan produk yang dihasilkan dan berpengaruh terhadap lembar kerja yang digunakan oleh masing-masing perusahaan. Idealnya, lembar kerja yang digunakan perusahaan jasa cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan perusahaan dagang atau manufaktur. Misalnya, pada perusahaan jasa hanya terdapat akun pendapatan untuk transaksi penjualan. Sedangkan, pada perusahaan dagang, transaksi penjualannya bisa mencakup akun penjualan, harga pokok persediaan, dan harga pokok penjualan.

Lalu, apa saja tahapan siklus akuntansi pada perusahaan jasa? Di bawah ini kita akan menjelaskan tentang siklus tahapan akuntansi perusahaan jasa.

Analisa Transaksi (Pencatatan & Penggolongan)


Tahap pertama dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah mengumpulkan data-data keuangan yang valid, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya seperti nota pembelian, kuitansi penjualan, dan sebagainya. Kemudian catat seluruh transaksi keuangan secara detail pada jurnal umum berdasarkan data-data yang dikumpulkan agar memudahkan Anda pada tahap-tahap selanjutnya.

Setelah itu, pindahkan data tersebut dari jurnal umum ke buku besar. Golongkan data transaksi keuangan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, nomor dan nama akun, dan lain sebagainya. Dengan begitu, seluruh transaksi pada jurnal yang berhubungan dengan kas akan masuk pada satu buku besar kas. Lalu, hitung saldo masing-masing akun pada buku besar untuk mengetahui total nilai akun.

Neraca Saldo atau Neraca Percobaan


Kegiatan akuntansi selanjutnya adalah membuat neraca saldo untuk menilai proses pencatatan data dari jurnal umum ke buku besar (posting) sudah benar adanya dengan cara membuat neraca saldo. Dan apabila jumlah debit dan kredit seimbang, itu artinya tidak ada kesalahan dalam peng-input-an data.

Jurnal Penyesuaian


Tahap selanjutnya adalah penyusunan jurnal penyesuaian yang di buat saat terjadinya transaksi yang berpengaruh pada akun-akun perusahaan, misalnya penyusutan peralatan, uang sewa yang belum dilunasi, dan lain sebagainya. Di tahap ini, biasanya akan muncul akun-akun baru setelah adanya jurnal penyesuaian.

Neraca Lajur


Idealnya, penyusunan neraca lajur mengacu pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Apabila keduanya telah Anda buat, maka penyusunan neraca lajur bisa dilakukan secara mudah. Nantinya, neraca lajur akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca. Keduanya akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan nantinya.

Laporan Keuangan


Laporan keuangan adalah tahapan kelima dari siklus akuntansi perusahaan jasa yang diantaranya berisi laporan laba-rugi, neraca, dan laporan perubahan modal. Dalam laporan laba-rugi, semua pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan perusahaan akan dihitung untuk mengetahui laba atau rugi yang diperoleh. Sedangkan, dalam laporan neraca akan menampilkan semua posisi keuangan perusahaan dari sektor aset, utang. dan modal.

Jurnal Penutup


Pada akhirnya akun-akun perkiraan pada laporan perubahan modal dan laporan laba-rugi yang ada pada perusahaan jasa akan ditutup. Akun-akun tersebut diantaranya adalah akun pendapatan, biaya dan beban, laba-rugi, dan prive. Setiap akun perkiraan yang ditutup akan bersaldo Rp.0, sehingga yang tersisa hanya akun perkiraan yang memengaruhi neraca saja yang memiliki saldo.

Jurnal Pembalik


Tahapan jurnal pembalik merupakan tahap pembalikan beberapa akun yang telah ditutup untuk mengembalikan saldonya. Akun perkiraan yang dibalik biasanya adalah pembayaran yang dibayar di muka dan belum jatuh tempo.

Neraca Akhir atau Awal (Setelah Penutupan)


Disebut dengan neraca akhir atau awal, karena sebagai neraca akhir yang dihasilkan pada akhir periode, disebut neraca awal karena akan digunakan sebagai neraca awal pada siklus akuntansi periode berikutnya.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

12 TAHAPAN PADA SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG


Siklus akuntansi perusahaan adalah proses membuat laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Pada umumnya siklus akuntansi selalu dimulai dari transaksi sampai pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai pada jurnal pembalik.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai siklus akuntansi untuk perusahaan dagang. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya membeli barang dari pemasok dan menjual lagi ke konsumen tanpa mengubah wujud barang. Sebagai contoh yang biasa kita temui adalah toko kelontong dan supermarket. Kegiatan kedua jenis usaha ini adalah membeli barang kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjual kembali kepada konsumen. Siklus akuntansi pada perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang, semua transaksi harus dicatat dalam jurnal dan kemudian secara periodik dibukukan ke dalam rekening-rekening di buku besar.

12 Tahapan Pada Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Identifikasi Transaksi Jurnal Umum


Tahap siklus akuntansi yang pertama adalah dengan cara mengidentifikasi transaksi yang terjadi pada perusahaan dan melibatkan semua akun. Contoh transaksi perusahaan dagang biasanya adalah transaksi penjualan barang dagang. Sebagai penjual Anda telah menyerahkan barang dagang serta sudah memperoleh uang atas pembayaran dari pembeli. Maka transaksi seperti ini bisa kita identifikasikan sebagai transaksi penjualan secara tunai.

Jurnal Khusus


Bagi perusahaan yang mempunyai transaksi sedikit, mungkin bisa saja hanya menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksinya. Namun, bagaimana jika transaksinya sangat banyak? Pasti akan sulit untuk mengelompokkannya, sehingga membutuhkan jurnal khusus sebagai buku jurnal yang menjadi wadah untuk transaksi-transaksi tertentu. Penggunaan jurnal khusus dapat mengefisiensikan waktu, tenaga, dan biaya. Jenis-jenis jurnal khusus diantaranya jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan penjualan.

Buku Besar Pembantu


Setelah jurnal khusus dibuat untuk mencatat transaksi tertentu, perusahaan dagang pada umumnya juga membuat buku besar khusus atau biasa disebut dengan buku besar pembantu. Buku besar pembantu adalah bagian dari buku besar umum yang bertujuan untuk merinci lebih lanjut data dalam satu akun. Pencatatan dari beberapa akun tertentu (akun piutang dan akun utang) kemudian dijadikan dasar informasi dalam menyusun neraca saldo perusahaan dagang.

Posting ke Buku Besar


Tahap selanjutnya adalah memindahkan data dari jurnal umum ke dalam buku besar. Selain dari jurnal umum, informasi data buku besar untuk perusahaan dagang juga diambil dari jurnal khusus. Peristiwa ini disebut dengan posting buku besar.

Laporan Harga Pokok Penjualan


Bila perusahaan dagang menerapkan metode pencatatan secara perpetual (fisik), secara otomatis besarnya harga pokok barang yang terjual bisa ditentukan saat terjadi penjualan sehingga saat membuat jurnal penjualan sekaligus mencatat harga pokok penjualan. Namun perhitungan HPP tetap dianggap sebagai komponen dari laporan laba rugi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

Membuat Neraca Saldo


Informasi yang digunakan untuk membuat neraca saldo adalah berasal dari buku besar yaitu setiap saldo akhir pada setiap akun-akun. Posisi debit dan kredit harus balance, jika tidak balance artinya ada kesalahan saat mencatat dari buku besar.

Jurnal Penyesuaian


Pembuatan jurnal penyesuaian adalah akibat dari terjadinya transaksi yang berpengaruh kepada sejumlah akun perusahaan dan terkadang memunculkan kehadiran akun baru. Contoh transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang biasanya adalah sewa toko yang sudah jatuh tempo.

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian


Tahap selanjutnya adalah penyesuaian neraca saldo dengan jurnal penyesuaian yang menghasilkan neraca saldo setelah disesuaikan (adjusted trial balance).

Menyiapkan Laporan Keuangan


Tahap berikutnya adalah pembuatan laporan keuangan. laporan keuangan di buat dengan tujuan memudahkan pencarian informasi mengenai posisi keuangan perusahaan seperti keadaan harta, utang, dan modal perusahaan. Informasi yang digunakan pada laporan keuangan berasal dari neraca saldo setelah disesuaikan.

Membuat Jurnal Penutup


Setelah menyiapkan laporan keuangan, tahap selanjutnya adalah membuat jurnal penutup dari akun-akun yang terdapat di laporan laba rugi yaitu akun pendapatan dan biaya.

Neraca Saldo Setelah Penutupan


Tahap ini adalah penyesuaian antara neraca saldo dengan jurnal penutup. Mengapa perlu disesuaikan? Karena untuk mencatat kembali akun-akun yang telah berubah baik saldo ataupun akunnya.

Jurnal Pembalik


Pada kondisi tertentu tidak perlu dibuat jurnal pembalik karena jurnal pembalik dibuat hanya untuk akun tertentu saja. Misalnya untuk transaksi pendapatan yang diterima di muka, di mana pada saat penjurnalan dicatat sebagai pendapatan atau untuk transaksi biaya yang dibayar di muka (piutang).

Itulah beberapa tahapan dalam siklus akuntansi perusahaan dagang. Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

5 HAL YANG HARUS DIKETAHUI SEBELUM MENYEWA JASA AKUNTAN


Pada setiap tahunnya, sebuah perusahaan akan selalu membutuhkan jasa seorang akuntan untuk memberikan saran tentang masalah keuangan, menghitung pajak yang harus dibayarkan, serta melakukan analisis keuangan usaha yang akan berakhir dengan perencanaan keuangan untuk periode berikutnya.

Karena pentingnya keberadaan jasa seorang akuntan dan biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan untuk keberadaan akuntan tersebut, maka ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan oleh perusahaan sebelum memutuskan menggunakan jasa akuntan. Mari kita lihat di bawah ini mengenai hal apa saja yang penting untuk diketahui sebelum menyewa jasa seorang akuntan.

Pengalaman


Pengalaman adalah sebuah keunggulan. Sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa seorang akuntan, cobalah ketahui pengalaman yang mereka miliki dengan membuat pertanyaan tentang situasi keuangan yang kompleks. Cobalah uji pengalamannya tentang penanganan keuangan pada industri yang berkembang, bagaimana caranya memperoleh keringanan pajak, dan apakah telah memiliki pengalaman menangani perusahaan dengan industri yang sama.

Pelayanan


Pelayanan adalah segalanya. Tanyakan pada calon akuntan Anda apa saja pelayanan yang akan didapat jika perusahaan memutuskan menggunakan jasanya. Apakah akuntan ini menawarkan jasa pembukuan, atau hanya persiapan pajak? Apakah mereka menyediakan dukungan audit? Apakah mereka bersedia membantu Anda sepanjang tahun, atau hanya pada waktu penghitungan pajak saja? Jika akuntan bekerja dalam agency yang lebih besar, apakah Anda akan dapat terus bekerja dengan akuntan tertentu tersebut? Terakhir, ada baiknya untuk mengetahui apakah akuntan tersebut juga memiliki kerja sama dengan pengacara pajak jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Yang jelas, makin banyak jenis pelayanan yang bisa Anda dapatkan, maka semakin baik hal tersebut untuk perusahaan.

Biaya & Penagihan


Biaya termasuk salah satu hal penting untuk diketahui sebelum menyewa jasa seorang akuntan. Pastikan untuk menanyakan apakah mereka menetapkan biaya tagihan per jam atau biaya tetap. Jika biaya yang mereka tawarkan memiliki biaya tetap, maka pastikan Anda mengetahui berapa lama waktu yang diberikan untuk setiap konsultasi. Terakhir, tanyakan tentang siklus faktur atau invoice dan tanggal pembayaran agar perusahaan bisa mengatur anggaran yang sesuai.

Sertifikasi atau Credential


Jika seseorang menyebut diri mereka seorang akuntan, maka mereka harus memiliki credential atau sertifikat yang mendukungnya. Jadi pastikan untuk bertanya "Apakah Anda seorang Akuntan Publik Bersertifikat (CPA)?". Seorang akuntan yang berkualitas akan dengan senang hati membagikan informasi ini. Tanyakan juga kepada calon akuntan Anda bagaimana cara mereka mengikuti undang-undang dan tren pajak terbaru. Dengan memiliki sertifikasi di bidang tertentu, maka sebuah profesi akan diterima baik secara umum maupun oleh lembaga berwenang pemerintah, sehingga akan sangat membantu jika terjadi proses audit terhadap perusahaan.

Teknologi


Sebelum menyewa jasa seorang akuntan, pastikan mereka memahami teknologi akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. Dengan memahami sistem atau teknologi yang digunakan oleh pihak perusahaan, maka pekerjaan seorang akuntan akan lebih cepat dan lebih mudah, dan tentu akan memberi keringanan bagi perusahaan dalam hal waktu dan biaya, tanpa perlu menjelaskan banyak hal terkait sistem keuangannya yang akan berimbas pada biaya konsultasi yang mahal.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Rabu, 21 November 2018

MENGENAL PERBEDAAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL DAN KOMERSIAL


Tahap terakhir dari siklus akuntansi adalah mengomunikasikan laporan keuangan kepada pemangku kepentingan atau biasa disebut stakeholder. Stakeholder yang dimaksud di sini seperti investor, pemerintah, masyarakat, dan lain sebagainya. Para pemangku kepentingan ini akan menggunakan laporan keuangan sesuai dengan kepentingan mereka masing-masing.

Pernahkah mendengar laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal? Setiap entitas atau perusahaan, wajib membayar pajak kepada Negara, sehingga laporan keuangan harus dibedakan untuk kepentingan pajak dan komersial. Lalu apakah perbedaan di antara kedua laporan keuangan tersebut?

Laporan keuangan komersial disusun berdasarkan standar-standar yang telah ditetapkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang bersifat netral atau tidak memihak. Sementara, laporan keuangan fiskal merupakan informasi akuntansi yang dibuat untuk kepentingan perpajakan, penyajiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku beserta aturan pelaksanaannya. Jika kita bandingkan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal maka dapat kita ketahui beberapa hal terkait dengan perbedaannya, yaitu:

Pendapatan atau Penghasilan


Konsep penghasilan menurut akuntansi dan perpajakan berbeda. Ini merupakan hal yang wajar, mengingat tujuan dan pembuat kebijakan pada kedua laporan keuangan tersebut juga berbeda. Pada akuntansi atau komersial, pendapatan (revenue) dan penghasilan (income) adalah hal yang berbeda, tetapi keduanya masuk dalam laporan keuangan, sedangkan di dalam akuntansi pajak atau fiskal pendapatan adalah penghasilan.

Definisi pendapatan menurut IFRS dalam IAS 18, Pendapatan atau revenue adalah arus masuk bruto atas manfaat ekonomi selama periode tertentu yang timbul dari aktivitas biasa dari suatu perusahaan atau entitas di mana arus kas masuk tersebut menghasilkan peningkatan ekuitas, selain dari peningkatan yang terkait kontribusi dari para pemilik modal.

Sedangkan, menurut UU No. 36 Tahun 2008 Pasal 4 Tentang Pajak Penghasilan, penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak, baik berasal dari Indonesia atau luar Indonesia yang dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak dengan nama serta dalam bentuk apapun. Selanjutnya pajak merinci penghasilan kedalam tiga kategori, yaitu; penghasilan yang merupakan objek pajak, penghasilan yang dikenakan pajak final, dan penghasilan yang bukan merupakan objek pajak penghasilan.

Atas perbedaan tersebut, maka terjadilah perbedaan laba dalam akuntansi komersial dan akuntansi fiskal di mana pada akuntansi fiskal terdapat penghasilan yang bukan merupakan objek pajak yang artinya penghasilan tersebut tidak menyebabkan kenaikan laba fiskal.

Beban atau Biaya


Sama halnya dengan konsep pendapatan yang berbeda antara akuntansi komersial dan akuntansi fiskal, ,konsep beban pada kedua laporan ini juga berbeda. Beban pada akuntansi komersial didefinisikan sebagai penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal (IAI, 2007:13). Beban pada akuntansi komersial berbeda dengan biaya. Perbedaanya terletak pada adanya manfaat ekonomi di masa mendatang untuk biaya.

Pada akuntansi pajak beban didefinisikan sebagai biaya untuk menagih, memperoleh, dan memelihara penghasilan atau biaya yang berhubungan langsung dengan perolehan penghasilan. Namun, tidak semua biaya dapat diakui sebagai pengurang pada laporan keuangan fiskal, meskipun biaya tersebut digunakan untuk operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan pada akuntansi fiskal biaya dikelompokan menjadi dua, yaitu biaya yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto (deductible expense) dan biaya yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto (non deductible expense). Adapun rincian biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok deductible dan non deductible diatur oleh peraturan yang dibuat oleh pemerintah, perusahaan tidak dapat mengklasifikasikannya sendiri. Perbedaan inilah yang membuat laba pada laporan keuangan fiskal dan laporan keuangan komersial berbeda.

Metode Perhitungan Persediaan


Metode perhitungan persediaan menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) ada tiga, yaitu rumus biaya masuk pertama-keluar pertama ( First In First Out), rata-rata tertimbang (Weigth average cost method), dan masuk terakhir keluar pertama (Last In First Out-LIFO) (SAK 14, 2017). Namun, undang-undang pajak penghasilan Indonesia, perhitungan metode persediaan hanya dibolehkan menggunakan dua metode, yaitu metode rata-rata atau dengan metode FIFO. Ya metode LIFO tidak diperbolehkan pada akuntansi fiskal hal ini dikarenakan perhitungan dengan metode LIFO membuat nilai pajak terutang menjadi lebih kecil.

Metode Penyusutan


Akuntansi menentukan umur aktiva berdasarkan umur sebenarnya walaupun penentuan umur tersebut tidak terlepas dari tafsiran judgement. Akuntansi komersial memiliki beberapa metode penyusutan yaitu:
  • Metode garis lurus (Straight line method) yang menghasilkan pembebanan yang tetap selama umur manfaat aset jika dinilai residunya tidak berubah.
  • Metode Saldo Menurun (diminishing balance method) yang menghasilkan pembebanan menurun selama umur manfaat aset.
  • Metode Jumlah Unit (sum of the unit method) yang menghasilkan pembebanan yang menurun selama umur manfaat aset (IAI,2007). 
Sedangkan pada akuntansi fiskal dengan merujuk ketentuan perpajakan hanya menetapkan dua metode penyusutan yang harus dilaksanakan wajib pajak berdasarkan pasal UU No. 36 tahun 2008 pasal 11 tentang Pajak Penghasilan yaitu berdasarkan metode garis lurus dan metode saldo menurun yang dilaksanakan secara konsisten, kemudian aktiva (harta berwujud) dikelompokkan berdasarkan jenis harta dan masa manfaat. Adapun rinciannya tertuang pada peraturan menteri keuangan No. 96/PMK.03/2009.

Itulah perbedaan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Untuk memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan, Anda dapat konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Postingan Populer