Jumat, 09 November 2018

SOLUSI SIMPEL MENGHITUNG HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) PERUSAHAAN DAGANG


Dunia bisnis sangat berhubungan dengan perhitungan akuntansi. Agar perusahaan dapat berjalan dan terus berkembang, maka diperlukan perhitungan yang benar, jelas, dan rinci. Salah satu perhitungan penting dalam bisnis adalah menghitung harga pokok penjualan. Semua jenis kegiatan bisnis, baik itu perusahaan dagang maupun manufaktur wajib melakukan perhitungan HPP. Melalui perhitungan HPP inilah, Anda dapat menentukan harga jual atas produk dan selanjutnya dapat memperhitungkan biaya produksi yang terjadi. Selain itu, HPP merupakan salah satu elemen yang penting didalam laporan keuangan. Ya, jika Anda akan menyusun laporan keuangan terutama laporan laba rugi, maka menghitung harga pokok penjualan sangat wajib dilakukan. Perhitungan HPP yang tepat tentu saja dapat mempengaruhi keakuratan laba yang diraih perusahaan.

Harga pokok penjualan (HPP) adalah jumlah pengeluaran dan beban yang diperkenankan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa agar barang tersebut dapat digunakan atau dijual oleh perusahaan. Di bawah ini akan kami jelaskan cara menghitung harga pokok penjualan. Di mana, menghitung HPP tidak dapat dilakukan sembarangan karena ada aturan yang berlaku. Adapun rumus yang dapat digunakan untuk menghitung HPP sebagai berikut:

HPP = persediaan awal + pembelian bersih – persediaan akhir

Mudah bukan? Tapi tidak semudah itu. Karena Anda harus memperhitungkan setiap komponen tersebut. Berikut penjabarannya.

A. Persediaan Awal


Persediaan awal merupakan langkah pertama dalam melakukan bisnis dagang. Persediaan awal merupakan komponen paling besar dalam operasional perusahaan. Untuk mengetahuinya dapat Anda lihat pada neraca.

B. Pembelian Bersih


Pembelian bersih yang dihitung merupakan pembelian barang dagangan yang dilakukan oleh perusahaan selama satu periode (dari awal sampai akhir), baik yang dilakukan secara kredit maupun tunai. Pembelian bersih dapat diperoleh dari seluruh biaya pembelian barang dagangan ditambah dengan biaya angkut pembelian dan kemudian dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian.

Pembelian bersih = (pembelian + biaya angkut pembelian) – (retur pembelian + potongan pembelian)

C. Persediaan Akhir


Persediaan akhir barang dagangan merupakan persediaan yang tersisa pada akhir periode. Untuk mengetahui saldo persediaan akhir, Anda dapat mengetahui dari data penyesuaian perusahaan di akhir periode.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer