Selasa, 19 Maret 2019

PENGERTIAN AKUNTANSI SECARA UMUM, TUJUAN, FUNGSI, DAN MANFAATNYA


Pengertian Akuntansi Secara Umum

Apa itu akuntansi? Pengertian Akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang terkait dengan keuangan. Dengan adanya akuntasi maka akan memudahkan seseorang dalam mengambil keputusan serta tujuan lainnya.

Bicara tentang akuntansi sudah pasti berkaitan dengan angka-angka dan perhitungan rumit sebagai bentuk pencatatan transaksi. Secara umum akuntansi dibutuhkan dalam bisnis sebagai pelaporan keuangan perusahaan.

Pembuatan laporan akuntansi dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan perusahaan sesuai hasil analisis akuntansi. Pengertian akuntansi secara lebih dalam akan dibahas pada artikel ini termasuk fungsi dan bidangnya.

Beberapa bidang akuntansi diantaranya:
  • Akuntansi keuangan
  • Pemeriksaan akuntansi atau auditing
  • Akuntansi manajemen
  • Akuntansi perpajakan
  • Bidang akuntansi budgeter
  • Akuntansi untuk organisasi nirlaba
  • Akuntansi biaya
  • Sistem akuntansi
  • Akuntansi sosial

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Secara bahasa berdasarkan Wikipedia, pengertian akuntansi adalah bentuk interpretasi dari keuangan perusahaan untuk mengukur dan menjabarkan kepastian mengenai informasi yang berkaitan dengan keluar masuknya uang perusahaan.

1. Charles T. Horngren dan Walter T. Harrison
Menurut Charles T. Horngren dan Walter T. Harrison, pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi sebuah laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.

2. Littleton
Menurut Littleton, pengertian akuntansi adalah aktivitas yang bertujuan untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Definisi ini adalah inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.

3. Warren dkk
Menurut Warren dkk, pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.

4. Rudianto
Menurut Rudianto, akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.

5. C. West Churman
Menurut C. West Churman, pengertian akuntansi adalah pengalaman tertulis yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengalaman yang tersusun berharga bagi pembuatan pilihan.

6. Suparwoto L
Menurut Suparwoto L, pengertian akuntansi adalah suatu sistem untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan memberikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak internal dan eksternal perusahaan.

Pihak eksternal ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh, dan lainnya.

7. Arnold
Menurut Arnold, akuntansi adalah suatu sistem untuk memberikan informasi (terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat keputusan dan mengendalikan penerapan keputusan tersebut.

8. Pengertian Akuntansi Menurut AAA
Menurut American Acounting Association (AAA), pengertian akuntansi adalah sistem pengidentifikasian dan pengukuran untuk memberikan laporan info ekonomi dan penilaiannya. Tujuan akuntansi seperti yang dijelaskan dari Littleton adalah untuk melakukan perhitungan secara periodic pada usaha atau cost terhadap hasil yang dicapai.

9. Pengertian Akuntansi Menurut ABP
Menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no. 4 dalam Smith Skousen, akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang memiliki sifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis di antara berbagai tindakan alternatif.

10. Pengertian Akuntansi Menurut AICPA
Menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA), definisi akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Jadi, pengertian akuntansi secara singkat adalah sistem dalam bisnis yang membahas tentang keuangan dan bagaimana uang itu masuk dan digunakan. Jadi, akuntansi sangat penting dalam bisnis sebagai analisis laba dan rugi.

Tujuan Akuntansi


Tujuan akuntansi secara umum adalah untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi terkait keuangan, kinerja, posisi keuangan, dan arus kas dalam sebuah bisnis. Informasi ini nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan ekonomi.

Jika dijabarkan, ada beberapa tujuan akuntansi, diantaranya adalah:

1. Tujuan Akuntansi Secara Umum
  • Memberikan informasi mengenai keuangan, baik itu aktiva maupun passiva perusahaan
  • Menyediakan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi (netto) perusahaan
  • Memberikan informasi keuangan perusahaan yang dapat membantu dalam pembuatan estimasi potensi keuntungan perusahaan
  • Memberikan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi perusahaan, baik itu aset, hutang, serta modal.
  • Menyediakan informasi lainnya terkait laporan keuangan untuk membantu pengguna laporan tersebut
2. Tujuan Akuntansi Secara Khusus
Secara khusus, tujuan akuntansi adalah untuk menyediakan informasi dalam bentuk laporan yang memuat posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

3. Tujuan Akuntansi Secara Kualitatif
Tujuan akuntansi secara kualitatif meliputi beberapa hal berikut ini:
  • Memberikan informasi yang relevan
  • Menyampaikan informasi yang telah teruji kebenaran dan validitasnya
  • Informasi yang disampaikan dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan
  • Menyampaikan laporan keuangan untuk kepentingan semua pihak yang terkait dengan aktivitas perusahaan
  • Memberikan informasi transaksi yang real time, atau sesegera mungkin.
  • Informasi yang disampaikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dan dapat diperbandingkan
  • Penyampaian laporan keuangan harus lengkap dan memenuhi standar pengungkapan laporan keuangan
Fungsi Akuntansi


Dari pengertian akuntansi sudah menyinggung tentang sistem pelaporan keuangan termasuk untung rugi perusahaan. Sehingga, akuntansi sudah pasti sangat dibutuhkan dalam bisnis karena beberapa fungsinya sebagai berikut:

1. Recording Report
Recording report atau merekam catatan transaksi secara sistematis dan kronologis merupakan fungsi utama dari akuntansi. Rekam catatan transaksi ini kemudian dikirim ke Account Ledger sampai akhirnya menyiapkan akun akhir untuk mengetahui profit dan loss dari bisnis pada akhir periode akuntansi.

2. Melindungi Properti dan Aset
Fungsi akuntansi berikutnya adalah untuk menghitung jumlah Penyusutan Aset sebenarnya dengan menggunakan metode yang tepat dan berlaku untuk aset tertentu.

Semua disipasi tidak sah dari aset akan mengakibatkan sebuah bisnis mengalami kebangkrutan. Itulah sebabnya sistem akuntansi dirancang untuk melindungi properti dan aset bisnis dari pemakaian yang tak sah.

3. Mengkomunikasikan Hasil
Fungsi akuntansi selanjutnya adalah untuk mengkomunikasikan hasil dan transaksi yang dicatat ke semua pihak yang tertarik pada bisnis tertentu. Misalnya investor, kreditor, karyawan, kantor pemerintahan, peneliti, dan instansi lainnya.

4. Meeting Legal
Fungsi akuntansi juga berhubungan dengan perancangan dan pengembangan sistem. Misalnya sistem untuk memastikan catatan dan pelaporan hasil selalu memenuhi persyaratan hukum. Sistem ini nantinya diperlukan untuk mengaktifkan kepemilikan atau wewenang untuk mengajukan berbagai pernyataan, seperti Pengembalian Penjualan-Pajak, Pengembalian Pendapatan Pajak, dan lain sebagainya.

5. Mengklasifikasikan
Selanjutnya fungsi akuntansi yang tak kalah pentingnya adalah sebagai klasifikasi terkait dengan analisis sistematis dari semua data yang tercatat. Dengan adanya klasfikasi tersebut akan memudahkan dalam pengelompokkan jenis transaksi atau entri.

Aktivitas klasifikasi ini dilakukan pada buku yang disebut sebagai “Ledger”.

6. Membuat Ringkasan
Aktivitas meringkas ini melibatkan penyajian data rahasia dengan penyampaian yang bisa dimengerti dan berguna bagi internal maupun eksternal pengguna akhir dari laporan akuntansi tersebut.

Aktivitas ini mengarah pada penyusunan laporan:
  • Neraca Saldo
  • Laporan laba rugi
  • Neraca
7. Analisis dan Menafsirkan
Fungsi akuntansi yang terakhir adalah melakukan analisis dan menafsirkan data keuangan. Data keuangan yang sudah melalui proses analisis kemudian diinterpretasikan dengan cara yang mudah dimengerti sehingga dapat membantu dalam membuat penilaian mengenai kondisi keuangan dan profitabilitas operasional bisnis.

Selain itu, hasil analisis tersebut juga digunakan untuk persiapan rencana di masa mendatang dan framing dari kebijakan untuk pelaksanaan rencana tersebut.

Manfaat Akuntansi dalam Bisnis

Bukan hanya sekedar teknik pembukuan yang hanya mencakup pencatatan transaksi saja. Manfaat akuntasi cukup penting bagi bisnis yang akan memberikan dampak besar bagi perkembangan bisnis tersebut.

Beberapa manfaat akuntasi tersebut diantaranya:
  • Memberikan informasi keuangan sebagai dasar membuat keputusan managerial
  • Memberikan informasi/ laporan kepada pihak eksternal
  • Sebagai alat kontrol dan pengendali keuangan
  • Sebagai alat evaluasi perusahaan
  • Menjadi dasar dalam mengalokasikan sumber daya
  • Bidang-Bidang Akuntansi dalam Bisnis

Setelah mengetahui pengertian akuntansi dalam bisnis, ada beberapa bidang akuntansi dalam bisnis yang penting untuk diketahui. Berikut beberapa bidang dari akuntansi:

1. Akuntansi Keuangan
Bidang akuntansi yang menyangkut pencatatan transaksi keuangan perusahaan secara berkala sebagai sumber informasi yang berguna untuk manajemen, pemilik perusahaan dan kreditor. Umumnya hampir semua bisnis menerapkan akuntansi keuangan sebagai bentuk pelaporan dana perusahaan.

2. Auditing atau Pemeriksaan Akuntansi
Bidang dalam akuntansi yang menyangkut pemeriksaan terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kejujuran dan kebenaran dari laporan tersebut. Pada bisnis yang sedang berkembang biasanya belum menerapkan bidang ini. Auditing sangat penting untuk mengetahui tindak korupsi dalam perusahaan.

3. Akuntansi Perpajakan
Bidang akuntansi yang menyangkut pelaporan pajak dari keuangan perusahaan. Akuntansi perpajakan penting sebagai pertimbangan terkait konsekuensi dari transaksi perusahaan.

4. Akuntansi Budgeter
Seperti namanya, akuntansi ini digunakan untuk membuat anggaran perusahaan tentang rencana penggunaan uang dalam periode tertentu.

5. Akuntansi Biaya
Akuntansi ini digunakan untuk mengendalikan budget atau anggaran perusahaan. Gunanya untuk menekan kegunaan dana perusahaan meskipun sudah dianggarkan.

6. Akuntansi Organisasi Nirlaba
Tidak semua bisnis menerapkan bidang akuntansi ini karena tujuannya adalah merencanakan anggaran bukan untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya saja seperti pada dana CSR suatu perusahaan, ini termasuk hasil dari akuntansi organisasi nirlaba.

Itulah penjelasan lengkap tentang pengertian akuntansi, tujuan, fungsi, manfaat, dan bidang-bidangnya dalam bisnis. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu.


Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

PENGERTIAN DIVIDEN DALAM AKUNTANSI, JENIS DAN TEORI KEBIJAKANNYA


Pengertian Dividen Adalah

Apa yang dimaksud dengan dividen? Pengertian Dividen adalah suatu bentuk pembagian keuntungan atau laba kepada para pemegang saham dalam satu periode tertentu berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Artinya, besar dividen tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.

Ada juga yang mengatakan arti dividen adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada para pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan. Kebijakan dividen sangat berpengaruh terhadap laba dan kas dalam perusahaan dan cenderung lebih menguntungkan para pemilik saham jika tidak dikelola dengan kebijakan yang benar.

Sebuah perusahaan bisa saja tidak membagikan dividen dengan tujuan penggunaan laba untuk melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis. Namun, pada umumnya perusahaan menerbitkan dividen untuk meningkatkan kepercayaan para pemegang saham dalam jangka panjang, serta menarik investor baru yang mencari sumber pendapatan tetap.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi akuntansi pernah menjelaskan apa arti dividen, diantaranya adalah:

1. Scott Besley dan Eugene F. Brigham
Menurut Scot Besley dan Eugene F. Brigham (2005), pengertian dividen adalah pembagian uang tunai yang dilakukan oleh para pemegang saham atas keuntungan perusahaan, baik itu laba yang didapatkan dari periode yang sedang berjalan ataupun laba dari periode sebelumnya.

2. Baridwan
Menurut Baridwan (1997), pengertian dividen adalah bagian dari laba yang dibagikan kepada para pemegang saham yang besarnya sesuai dengan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut. Besar dividen yang didapatkan pemegang saham bisa mengalami perubahan dari tahun sebelum, sesuai dengan besar laba di tahun berikutnya.

3. Nikiforos K. Laopodis
Menurut Nikiforous (2013), pengertian dividen adalah pembayaran tunai yang dilakukan oleh perseroan kepada para pemegang saham. Dividen tersebut merepresentasikan pemegang saham terhadap penerimaan langsung atau tak langsung atas investasi mereka di perusahaan.

4. Jamie Pratt
Menurut Jamie Pratt (2011), pengertian dividen adalah distribusi uang tunai, properti, atau saham kepada para pemegang saham sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan, dan besarnya diumumkan berdasarkan basis per lembar saham.

5. Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso
Menurut Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso (2011), pengertian dividen adalah distribusi yang dilakukan perusahaan kepada para pemegang saham secara proporsional sesuai kepemilikan saham. Dengan kata lain, para investor hanya menerima laba sesuai dengan persentase investasinya di perusahaan tersebut.

Jenis-Jenis Dividen Dalam Bisnis


Secara umum, dividen dalam bisnis dan perusahaan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan metode pembagiannya. Mengacu pada pengertian dividen di atas, berikut ini beberapa macam dividen dalam bisnis:

1. Dividen Tunai (Cash Dividend)
Cash Dividend adalah metode pembayaran keuntungan secara tunai dan dikenai pajak hanya pada di tahun saat pengeluarannya.

2. Dividen Saham (Stock Dividend)
Stock Dividend adalah metode pembagian dividen yang dilakukan melalui penambahan jumlah saham namun mengurangi nilai setiap saham dengan tujuan untuk tidak mengubah kapitalitas pasar.

3. Dividen Properti (Property Dividend)
Property Dividend adalah metode pembagian dividen yang dibayarkan melalui bentuk aset seperti pada bisnis properti, namun metode ini jarang digunakan dalam bisnis.

4. Dividen Interim (Interim Dividend)
Dividen interim adalah dividen yang diumumkan serta dibayarkan sebelum perusahaan selesai membukukan keuntungan tahunan.

5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)
Scrip Dividen adalah pembagian dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa diperjualbelikan kepada para pemegang saham lainnya.

6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)
Dividen Likuidasi adalah dividen yang dikeluarkan saat dewan direksi akan melakukan likuidasi bisnis dan mengembalikan semua aset bersih yang tersisa kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai.

Teori Kebijakan Dividen Menurut Para Ahli


1. Teori Dividen Tidak Relevan
Menurut Modiglani dan Miller, nilai sebuah perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.

Dengan kata lain, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset perusahaan adalah faktor penentu nilai perusahaan tersebut.

2. Teori The Bird in The Hand
Menurut Linter dan Gordon, ketika Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena investor lebih memilih dividen ketimbang capital gains.

3. Teori Perbedaan Pajak
Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak diberlakukan terhadap dividen dan capital gains. Namun, para investor lebih menyukai capital gains karena pemegang saham dapat menunda pembayaran pajak.

4. Teori Signaling Hypothesis
Ada bukti empiris yang menyebutkan bahwa jika ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan kenaikan harga saham. Begitu juga dengan sebaliknya. Ini menjadi alasan lain mengapa investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.

5. Teori Clientele Effect
Menurut teori ini, para pemegang saham punya sudut pandang berbeda terhadap kebijakan dividen sebuah perusahaan. Dividend Payout Ratio yang tinggi lebih disukai oleh investor yang butuh penghasilan saat ini. Sedangkan investor yang tidak begitu butuh uang saat ini lebih memilih jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis


Perusahaan yang baru berkembang sangat rentan terhadap peningkatan hutang. Rasio hutang terhadap aset total perusahaan yang semakin besar menunjukkan potensi resiko yang semakin besar pula. Hal ini bisa berakibat terjadinya financial distress.

1. Dividen Menjadi Sumber Konflik
Kebijakan pembayaran dividen bisa menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham dan hasilnya bisa memunculkan biaya keagenan hutang.

2. Saat Dividen Ditiadakan
Dividen yang dibatasi dalam perjanjian hutang perusahaan dapat berisiko terhadap rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan.

Manajer perusahaan seringkali meniadakan dividen, padahal hal tersebut justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar terhadap pemegang saham daripada ketika mereka membagian dividen dalam jumlah rendah.

Meniadakan dividen adalah pilihan yang buruk bagi suatu perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham bisa saja merasa dirugikan dan meminta bagian lebih besar.

3. Saat Dividen Dinaikkan
Perusahaan yang menaikkan dividen untuk para investor padahal hutangnya sangat tinggi, bisa menjadi prespektif negatif bagi investor tersebut. Hal ini karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutan atau dana investasi lain dengan mengabaikan kepentingan pembayaran hutang. Tentu ini membuat perusahaan rawan terhadap resiko kebangkrutan.

4. Daya Tarik Dividen
Perusahaan yang bisa memberikan dividen besar dengan tanggungan hutang yang sedikit bisa menjadi daya tarik bagi investor lain. Perusahaan akan dinilai memiliki kemampuan secara moril maupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu hutang.

Bisnis atau perusahaan yang memiliki pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.

5. Menginvestasikan Dividen
Bisnis juga dapat berpengaruh terhadap penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.

Perusahaan seringkali menginvestasikan keuntungan yang didapatkan untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal ini menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan dividen rendah.

Dilema kebijakan dividen seringkali menjadi kendala bagi para pimpinan perusahaan. Dividen tidak dapat diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan resiko yang bisa ditimbulkan.

Di atas tadi adalah penjelasan singkat mengenai pengertian dividen dalam akuntansi, jenis-jenis, dan teori kebijakannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

PENGERTIAN EKUITAS: JENIS-JENIS, DAN CONTOH EKUITAS DALAM AKUNTANSI


Pengertian Ekuitas Adalah

Apa yang dimaksud dengan ekuitas (equity)? Secara umum, pengertian ekuitasadalah besarnya hak residual atau kepentingan pemilik entitas terhadap aset entitas tersebut setelah dikurangi semua kewajiban dalam neraca.

Arti ekuitas dapat juga didefinisikan sebagai modal atau kekayaan suatu entitas, yaitu selisih jumlah aktiva (aset) dikurangi dengan pasiva (kewajiban). Jadi, pada prinsipnya ekuitas adalah kekayaan bersih yang berasal dari investasi pemilik dan juga dari hasil kegiatan usaha perusahaannya.

Menurut PSAK (2002) pasal 49, pengertian ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan kata lain, ekuitas adalah suatu perkiraan yang mencerminkan porsi hak atau kepentingan pemilik perusahaan terhadap harta perusahaan tersebut.

Jenis-Jenis Ekuitas

Pada suatu entitas yang berbentuk perseroan, terdapat lima jenis ekuitas. Mengacu pada pengertian ekuitas, adapun jenis-jenis ekuitas adalah sebagai berikut:

1. Akun Penambah Ekuitas
Akun penambah ekuitas dapat dibagi 2 macam, yaitu Laba Ditahan dan Modal Disetor. Kedua akun ini nantinya akan dijelaskan pada laporan perubahan ekuitas dan merupakan unsur penambah ekuitas.

2. Modal Disetor
Modal disetor adalah besarnya uang yang disetorkan oleh pemegang saham. Modal disetor dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu:
  • Modal Saham, yaitu jumlah nominal saham yang beredar.
  • Agio/ Disagio Saham, yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan jumlah nominal saham. Agio merupakan selisih di atas nominal, sedangkan Disagio merupakan selisih di bawah nominal.
3. Pendapatan
Pendapat (revenues) adalah laba suatu entitas yang memberikan penambahan nilai perusahaan pada periode pencatatan. Dalam hal ini pendapatan adalah laba ditahan yang dipakai untuk melakukan ekspansi entitas sehingga dapat memperbesar aset entitas tersebut.

4. Akun Pengurang Ekuitas
Ini adalah kebalikan dari akun penambah ekuitas. Terdapat dua akun pengurang ekuitas, yaitu pengambilan pribadi dan biaya. Kedua akun pengurang ini akan dinyatakan sebagai pengurang ekuitas dengan saldo nominal di bagian debit pada laporan.

5. Pengambilan Pribadi
Ini adalah pengambilan modal yang dilakukan oleh pemilik. Jika perusahaan sudah berbentuk perseroan, maka pengambilan pribadi (prive) hanya dapat dilakukan bila disetujui oleh dewan komisaris.

6. Beban/ Pengeluaran
Beban/ pengeluaran adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh entitas untuk kegiatan operasionalnya dalam menghasilkan barang atau jasa. Pada laporan ekuitas beban dan pendapatan tidak tercantumkan secara langsung, namun dalam bentuk laba atau rugi.

Contoh Ekuitas dalam Akuntansi

Sebagai contoh, kita dapat melihat beberapa ekuitas yang terdapat pada suatu entitas berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Adapun beberapa contoh ekuitas adalah sebagai berikut:
  1. Modal Perseroan Terbatas yang terdiri atas saham.
  2. Saham yang terdiri dari; Saham Preferen, Saham Biasa, dan Akun Tambahan Modal Disetor.
  3. Modal yang berasal dari sumbangan (donated capital) dapat dilaporkan sebagai bagian dari tambahan modal disetor.
  4. Premium (agio) atau discount (disagio) dari penjualan saham, baik saham biasa maupun saham preferen.
  5. Selisih penilaian kembali aktiva tetap, untuk perusahaan yang melakukan revaluasi aktiva tetap berdaarkan peraturan pemerintah.
  6. Retained Earnings (laba ditahan/ sisa laba tahun sebelumnya) atau Deficit/ Accumulated Losses (sisa rugi tahun sebelumnya).
Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian ekuitas, jenis-jenis, dan contoh ekuitas dalam akuntansi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

PENGERTIAN KAS: KARAKTERISTIK, DAN JENIS-JENIS KAS DALAM AKUNTANSI


Pengertian Kas Adalah

Apa yang dimaksud dengan kas (cash)? Dalam bidang akuntansi, pengertian kasadalah harta kekayaan perusahaan yang sifatnya sangat likuid dan berjangka pendek yang dapat dipergunakan dengan bebas untuk kegiatan operasional perusahaan.

Pendapat lain mengatakan definisi kas adalah aktiva perusahaan yang berbentuk uang tunai (uang kertas, uang logam, wesel, cek, dan lainnya) yang dipegang oleh perusahaan tersebut ataupun disimpan di Bank dan dapat digunakan untuk kegiatan umum perusahaan.

Di dalam dunia bisnis, besarnya kas suatu organisasi menjadi salah satu indikator kinerja organisasi tersebut. Dengan kata lain, semakin besar nilai kas suatu perusahaan maka kinerja perusahaan tersebut dianggap semakin baik.

Pengertian Kas Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu kas, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Rizal Effendi
Menurut Rizal Effendi (2013:191), pengertian kas adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban.

Beberapa yang termasuk kas adalah rekening giro di bank (cash in bank), dan uang kas yang ada diperusahaan (cash on hand). Kas dalam perusahaan merupakan harta yang paling lancar, sehingga dalam neraca ditempatkan paling atas dalam kelompok paling atas.

2. Dwi Martani
Menurut Dwi Martani (2012:180), pengertian kas adalah aset keuangan yang paling likuid yang dipergunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dan membayar kewajiban perusahaan.

3. Thomas Sumarsan
Menurut Thomas Sumarsan (2013:1), kas adalah aset lancar yang sifatnya sangat likuid dan dapat digunakan secara langsung untuk keperluan operasional perusahaan.

4. Rudianto
Menurut Rudianto (2012:188), pengertian kas adalah suatu alat pertukaran yang dimiliki oleh perusahaan dan siap untuk digunakan dalam transaksi perusahaan setiap kali diperlukan.

5. Dwi Martani dkk
Menurut Dwi Martani dkk (2012:180), definisi kas adalah aset keuangan perusahaan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan tersebut. Kas adalah alat pembayaran yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan entitas.

Karakteristik Kas


Di dalam akuntansi, kas merupakan aktiva lancar yang sifatnya paling likuid karena sering mengalami mutasi. Kas memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan aset lain di perusahaan.

Adapun beberapa karakteristik kas adalah sebagai berikut:
  • Kas merupakan aset perusahaan yang paling likuid.
  • Kas dapat digunakan sebagai standar pertukaran yang paling umum.
  • Kas dapat digunakan sebagagi basis perhitungan dan pengukuran.
Jenis-Jenis Kas


Kas di dalam perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan peruntukkannya. Adapun beberapa jenis kas di dalam perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Petty Cash (Kas Kecil)
Petty cash adalah kas dalam bentuk uang tunai yang disiapkan oleh perusahaan untuk membayar berbagai pengeluaran yang nilainya relatif kecil dan tidak ekonomis bila membayarnya dengan cek.

2. Kas di Bank
Kas di Bank adalah uang yang disimpan oleh perusahaan di rekening Bank tertentu yang jumlahnya relatif besar dan membutuhkan keamanan yang lebih baik. Dalam hal ini, kas di Bank selalu berhubungan dengan rekening koran perusahaan di Bank tersebut.

3. Pelaporan Kas
Pelaporan kas dapat dilakukan secara langsung. Namun, pada pelaksanaanya dapat terjadi beberapa masalah, diantaranya:
  • Cash Equivalents; disebut juga dengan setara kas, yaitu kelompok aset perusahaan yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan.
  • Restricted Cash; kas yang dipisahkan khusus untuk membayar kewajiban di masa mendatang yang nilainya cukup besar.
  • Bank Overdrafts: rekening negatif yang terjadi karena nasabah menulis cek yang melebihi jumlah dana yang ada di rekeningnya dan dianggap sebagai utang sehingga dapat dilaporkan sebagai suatu ekspansi kredit.
Itulah penjelasan ringkas mengenai pengertian kas, karakteristiknya, dan beberapa jenis kas di dalam akuntansi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Senin, 18 Maret 2019

6 LANGKAH DALAM MELAKUKAN PROSES AUDIT YANG HARUS ANDA KETAHUI

Secara umum, Audit adalah pemeriksaan formal atas akun Laporan Keuangan yang dihasilkan oleh suatu individu, bisnis, atau organisasi. Dan dalam pelaksanaan Audit, terdapat serangkaian proses dan langkah-langkah untuk menunjang proses tersebut yang biasa dikenal sebagai Proses Audit.

Terdapat dua tipe pekerjaan Audit, yaitu Audit Internal dan Audit Eksternal. Perbedaan menurut subjeknya, Audit Internal dilakukan oleh karyawan internal yang berada di dalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan Audit Eksternal biasa dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan – KAP (Kantor Akuntan Publik) dan BPK (Badan Pengawas Keuangan).

Ada enam langkah spesifik dalam Proses Audit yang harus diikuti agar pengauditan berjalan dengan sukses. Proses Audit yang akan dijabarkan adalah Proses Audit yang biasa dilakukan oleh Auditor Eksternal. Berikut enam langkah dalam Proses Audit secara umum:

Meminta Dokumen yang Dibutuhkan


Setelah mengonfirmasi bahwa Auditor akan mendatangi klien yang akan diaudit, Auditor akan meminta dokumen-dokumen yang dibutuhkan terkait kebutuhan Audit. Bahkan biasanya Auditor sudah mengirimkan daftar dokumen-dokumen yang dibutuhkan terlebih dahulu kepada klien di dalam Audit Checklist. Dokumen-dokumen tersebut dapat mencakup salinan Laporan Audit sebelumnya, rekening koran, nota keuangan, dan buku besar. Selain itu, Auditor juga dapat meminta bagan organisasi klien bersama dengan daftar nama dewan dan komite terkait.

Mempersiapkan Rencana Audit


Auditor akan memeriksa informasi yang terkandung dalam dokumen dan merencanakan bagaimana Proses Audit akan dilakukan. Setiap Auditor pastinya memiliki gaya pengauditan yang berbeda-beda dengan tetap mengindahkan Kode Etik sebagai Auditor. Workshop risiko dapat dilakukan oleh tim Audit untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah yang akan muncul selama Proses Audit dilaksanakan. Dan kemudian, Auditor akan menyusun rencana audit sesuai workshop atau diskusi yang sudah dilakukan oleh tim Audit.

Menjadwalkan Rapat Terbuka


Auditor perlu mengundang Manajemen Senior, General Affair, atau Staf Administrasi Utama dari pihak klien ke suatu Rapat Terbuka. Di dalam Rapat Terbuka, Auditor akan mempresentasikan Ruang Lingkup Audit (Audit Scope), lama waktu pelaksanaan audit, dan masalah lain yang perlu dibahas terkait pelaksanaan Audit. Setiap Kepala Departemen dari pihak klien dapat diminta tolong untuk mengomunikasikan kepada staf bawahannya tentang kemungkinan adanya wawancara dengan Auditor.

Mulai Melakukan Kerja Lapangan


Auditor mengambil informasi yang dikumpulkan dari Rapat Terbuka dan menggunakannya untuk merealisasikan Rencana Audit. Kerja Lapangan kemudian dilaksanakan dengan berkomunikasi kepada anggota staf dan meninjau Prosedur dan Proses Audit. Auditor akan menguji kepatuhan klien terkait pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK. Kontrol internal dievaluasi untuk memastikan bahwa hal tersebut benar-benar dijalankan secara reliabel dan memadai. Auditor dapat mendiskusikan suatu masalah saat masalah tersebut muncul kepada klien untuk memberi klien tersebut kesempatan untuk memberikan feedback.

Menyusun Laporan


Auditor menyiapkan Laporan Audit yang berisi rincian temuan-temuan audit selama Proses Audit dilaksanakan. Laporan Audit akan merangkum segala kesalahan matematis, temuan yang bersifat material dan tidak material, pembayaran yang diotorisasi tetapi tidak dibayar, dan temuan-temuan lainnya. Auditor kemudian akan menulis komentar terkait temuan-temuan audit dan merekomendasikan solusinya kepada klien.

Menyiapkan Rapat Penutupan


Auditor meminta tanggapan dan persetujuan dari klien terkait masalah dan temuan dalam Laporan Audit pada Rapat Penutupan. Dan Auditor juga tidak lupa untuk menjelaskan deskripsi rencana aksi manajemen untuk mengatasi masalah dan temuan tersebut serta tanggal penyelesaian yang disepakati. Pada Rapat Penutupan, semua pihak yang terlibat akan mendiskusikan Laporan Audit dan tanggapan manajemen secara matang. Jika terdapat masalah lain, mereka akan langsung menyelesaikan dan mencari solusinya pada Rapat Penutupan.

Itulah keenam tahapan dalam melakukan Proses Audit. Dan dalam praktiknya jelas terdapat banyak hambatan yang akan dilalui Auditor selama pelaksanaan Audit. Hambatan tersebut tentunya bisa diminimalisir dengan mematangkan Persiapan dan Perencanaan Audit. Terutama pada saat workshop tim Audit sebelum terjun langsung kepada perusahaan klien. Baik Auditor Internal maupun Eksternal, tentu mereka membutuhkan data berupa dokumen, Buku Besar, dan Laporan Keuangan untuk kebutuhan pelaksanaan Audit.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

MENGENAL ISTILAH-ISTILAH AUDIT PADA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Laporan keuangan perusahaan akan diaudit oleh auditor pada akhir periode akuntansi. Tujuannya yakni untuk melihat bagaimana pelaku usaha atau perusahaan menjalankan ketentuan yang ada. Di sisi lain audit laporan keuangan perusahaan juga memiliki manfaat seperti menambah kredibilitas atas posisi keuangan yang dilaporkan, meningkatkan nilai dan kinerja perusahaan pada periode tersebut, membantu pengambilan keputusan selanjutnya dan masih banyak manfaat lainnya.

Itulah salah satu alasan mengapa banyak perusahaan melakukan audit laporan keuangan, meskipun biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Karenanya penting untuk Anda sebagai pemilik usaha ataupun stakeholder untuk dapat membaca audit laporan keuangan. Bagaimana dengan Anda, apakah sudah memahami tentang audit? Berikut istilah-istilah dalam audit laporan keuangan perusahaan yang perlu Anda tahu:

Manajemen Audit


Merupakan kegiatan evaluasi efektivitas dan efisiensi kinerja operasional perusahaan untuk dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi dalam suatu perusahaan.

Audit Investigasi


Adalah audit yang digunakan untuk mengidentifikasi atau mengungkapkan adanya tindak kecurangan ataupun kejahatan. Pendekatan, prosedur dan teknik pada audit investigasi berbeda dengan audit lain karena tujuannya juga berbeda.

Internal Auditor


Merupakan individu atau kelompok yang bertugas melakukan evaluasi akurasi data keuangan entitas untuk menghindari masalah hukum dan keuangan.

Independen atau Eksternal Auditor


Auditor yang biasanya berasal dari kantor akuntan publik dan memberikan jasa audit kepada klien.

Performance Audit


Suatu proses penilaian yang sistematis untuk menilai efisiensi dan efektivitas sebuah proses bisnis yang dijalankan. Jadi audit ini akan menilai kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan yang berlaku serta hasil kinerja nya. Sehingga audit ini juga disebut audit kepatuhan.

Uji Tuntas (Due Dilligence)


Merupakan kegiatan penyelidikan kinerja suatu perusahaan, perseorangan, ataupun kinerja program untuk perbandingan terhadap standar baku yang telah ditetapkan.

Information Risk


Adalah risiko atas informasi yang digunakan sebagai dasar untuk mengambil suatu keputusan. Adanya informasi yang tidak akurat dapat disebabkan karena jauhnya informasi, keberpihakan individu, ataupun sebab lain yang membuat pengambilan keputusan menjadi salah.

Risiko Audit


Risiko yang disebabkan oleh auditor atas pemberian opini pada laporan keuangan. Misal auditor memberikan opini wajar tanpa pengecualian pada laporan keuangan yang memiliki salah saji material. Hal ini bisa terjadi karena kelalaian auditor dalam mendeteksi kesalahan pada laporan keuangan perusahaan.

Stock Opname


Yakni pemeriksaan jumlah persediaan dengan tujuan untuk mencocokkan jumlah persediaan yang dicatat dalam pembukuan dengan bukti fisik yang ada.

Pemeriksaan Pajak


Merupakan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data, keterangan, atau bukti apapun secara objektif untuk menguji kepatuhan perpajakan.

Initial Audit


Merupakan audit pertama atau audit laporan keuangan perusahaan di mana laporan keuangan tersebut belum pernah diaudit sebelumnya.

Watch-dog


Adalah seorang internal auditor yang ditunjuk menjadi mata-mata pemilik perusahaan dan bertugas melaporkan jika ada tindak kecurangan dalam perusahaan.

Kertas Kerja atau Working Paper Audit


Adalah catatan-catatan yang diselenggarakan auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan yang dibuat berkenaan dengan pelaksanaan audit.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Financial Management Services/ Jasa Konsultasi Manajemen & Manajemen Keuangan
  5. Tax Services/ Konsultasi Perpajakan
  6. Jasa Konsultasi Manajemen
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM

4 KEGUNAAN KURS PAJAK BAGI TRANSAKSI BISNIS ANDA!

Kurs Pajak merupakan nilai kurs atau mata uang yang digunakan sebagai dasar perhitungan transaksi perpajakan di Indonesia. Transaksi perpajakan tersebut secara khusus adalah pelunasan Bea Masuk (Impor), Bea Keluar (Ekspor), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh). Utamanya, Kurs Pajak digunakan oleh perusahaan atau perorangan yang melakukan transaksi perdagangan internasional. Yang di mana terdapat perbedaan kurs dari berbagai negara dan nilai Kurs Pajak akan mengonversi nilai tersebut ke mata uang rupiah. Perusahaan atau bisnis perorangan menggunakan Kurs Pajak untuk kepentingan pelaporan pajak mereka. Dan Kurs Pajak ditetapkan langsung oleh Kementerian Keuangan (KMK) setiap 1 Minggu sekali. Jadi, Kurs Pajak akan selalu berubah-berubah tergantung khususnya perubahan nilai mata uang dollar Amerika (USD) yang dijadikan sebagai acuan utama. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis transaksi perpajakan yang sudah disebutkan sebelumnya:

Bea Masuk


Bea Masuk adalah pungutan yang diberlakukan secara wajib oleh Pemerintah terhadap berbagai jenis barang impor yang masuk ke Indonesia. Tarif Bea Masuk diatur langsung oleh KMK dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Umumnya, tarif flat untuk Bea Masuk adalah 7,5%. Tarif Bea Masuk ini nantinya harus dikalikan oleh Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk (NDPBM). NDPMB tersebut adalah:

Harga Barang (Cost) + Nilai Asuransi (Insurance) + Ongkos Kirim (Freight)

Jadi, perhitungan Bea Masuknya adalah:

NDPMB (yang sudah disesuaikan dengan nilai kurs pajak yang berlaku) x Tarif Bea Masuk

Sebagai catatan, kesemua komponen NDPBM harus sesuai dengan Kurs Pajak yang berlaku. Sebagai tambahan, perusahaan atau bisnis yang melakukan impor barang tidak sampai dalam perhitungan Bea Masuk saja. Barang impor tersebut juga harus dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh Pasal 22 Impor), dan PPnBM. Khusus Pajak Pertambahan Barang Mewah (PPnBM) dikenakan terhadap barang impor yang termasuk dalam kategori barang mewah sesuai ketetapan peraturan PPnBM itu sendiri.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM)


PPN adalah pungutan yang dibebankan kepada wajib pajak pribadi atau badan yang melakukan transaksi jual-beli barang atau jasa kena pajak. Sedangkan PPnBM memiliki definisi yang sama dengan PPN, hanya saja terdapat perbedaan pada Objek Pajak dan tarifnya. Yang di mana Objek Pajak dari PPnBM cenderung berupa barang-barang mewah. Jenis pembayaran pajak ini wajib disetor dan dilaporkan tiap akhir bulan kepada negara oleh penjual sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Pada umumnya, tarif PPN yang dikenakan adalah 10%. Namun nilai tarif tersebut bisa saja berubah senilai minimal 5% dan maksimal 15% sesuai term dan kondisi dari Peraturan Pemerintah (PP) yang berlaku. Sedangkan untuk tarif PPnBM adalah minimal 10% dan maksimal 20% sesuai jenis barang yang juga diatur oleh PP.

Pada dasarnya, formulasi untuk menghitung PPN atau PPnBM adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dikalikan tarif yang berlaku. Namun khusus perhitungan PPN atau PPnBM dalam rangka impor barang adalah:

NDPM + Bea Masuk + 10%

Tarif PPN dan PPnBM untuk ekspor barang atau jasa adalah 0% atau dengan kata lain tidak dikenakan sama sekali.

Pajak Penghasilan (PPh)


PPh adalah pungutan yang dibebankan kepada Subjek Pajak yang berupa perorangan atau badan yang atas penghasilan yang didapat. Subjek pajak akan menghitung, menyetor, dan melapor PPh atas Objek Pajak sesuai dengan Undang-Undang nomor 36 Tahun 2008. Dalam rangka impor barang atau jasa, formulasi PPh-nya adalah:

NDPM + Bea Masuk + 7,5%

Bea Keluar


Bea Keluar adalah pungutan yang dibebankan oleh negara pada barang-barang ekspor berdasarkan Undang-Undang Pabean. Biasanya, Bea Keluar dikenakan pada jenis barang yang berupa Sumber Daya Alam yang dimiliki dan menjadi kebutuhan negara. Dan barang yang dikenakan Bea Keluar biasanya cenderung berupa produk mentah atau setengah jadi. Secara umum, formulasi perhitungan Bea Keluar adalah:

Tarif Bea Keluar x Harga Ekspor per satuan barang x kuantitas barang x Nilai tukar mata uang atau nilai Kurs Pajak

Anda sebagai pebisnis atau pemilik perusahaan yang melakukan transaksi jual-beli antar negara (impor-ekspor) tentu harus selalu update mengenai nilai Kurs Pajak. Karena selain sebagai dasar perhitungan perpajakan, Kurs Pajak juga bisa dijadikan indikator dalam membuat keputusan transaksi perdagangan internasional Anda. Ditambah lagi, Anda juga harus memasukkan data informasi pajak yang dikenakan atas Objek Pajak yang diperjual-belikan. Maka dari itu, Anda harus mempunyai sistem akuntansi yang juga bisa mendokumentasikan nilai pajak yang dikenakan terhadap setiap transaksi bisnis Anda.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

KOMPONEN LAPORAN LABA RUGI: LABA KOTOR VS LABA BERSIH

Istilah Laba Kotor dan Laba Bersih sebagai salah satu komponen Laporan Laba Rugi seringkali membingungkan banyak orang terutama pelaku bisnis. Tak jarang orang-orang mencampuradukkan makna dari kedua istilah tersebut. Dan jelas kedua istilah tersebut memiliki definisi dan fungsi yang berbeda. Umumnya, bisnis atau perusahaan menggunakan kedua istilah ini untuk menggambarkan rasio keuangan dan margin profit.

Artikel ini akan menjelaskan kedua istilah tersebut secara terperinci. Sehingga Anda dapat memahami dan tidak keliru lagi dalam mengartikan kedua istilah tersebut. Jadi, apa perbedaan antara laba kotor dengan laba bersih? Pertama-tama, Anda perlu mengetahui definisi masing-masing dari kedua istilah tersebut.

Definisi Laba Kotor (Gross Profit)


Biasanya, bisnis atau perusahaan menggunakan istilah pendapatan kotor dan Laba Kotor secara bergantian. Ini berarti bahwa menurut bisnis, Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan. Jenis biaya seperti biaya penjualan, administrasi, atau pajak tidak tidak termasuk dalam perhitungan Laba Kotor. Bisnis menggunakan Laba kotor untuk menghitung jumlah sisa pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.

Sebagai contoh sederhananya, PT Agus Semesta memiliki data Laporan Laba Rugi sebagai berikut:
  • Penjualan Bersih: Rp95.000.000
  • HPP: Rp30.000.000
  • Biaya Administrasi: Rp15.000.000
  • Biaya Penjualan atau Pemasaran: Rp20.000.000
  • Pajak-Pajak: Rp5.000.000
Mengacu pada data tersebut, Laba Kotor dari perusahaan tersebut adalah Rp65.000.000 (Penjualan Bersih – HPP). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Biaya Administrasi, Biaya Penjualan atau Pemasaran, dan Pajak-Pajak tidak termasuk dalam perhitungan Laba kotor. Hal ini dikarenakan ketiga jenis biaya tersebut nantinya akan masuk ke dalam perhitungan Laba Bersih.

Definisi Laba Bersih (Net Income)


Bagi bisnis, Laba Bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi total biaya-biaya di luar HPP. Dengan kata lain, Laba Bersih mengukur jumlah laba yang tersisa dalam bisnis setelah semua biaya telah dibayarkan dalam suatu periode. Laba Bersih dapat disimpan oleh perusahaan dalam akun Laba Ditahan atau dapat didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Terkadang, perusahaan atau bisnis juga menggunakan term lain dalam istilah Laba Bersih. Term tersebut adalah Laba Sebelum Pajak, Laba Sebelum Bunga dan Pajak, atau Laba Sebelum Bunga, Pajak, dan Depresiasi. Prinsipnya, term-term tersebut sesuai dengan konteks masing-masing kalimat. Sebagai contoh, Laba Sebelum Bunga dan Pajak berarti Laba Bersih sebelum dikurangi biaya bunga dan pajak, dan seterusnya. Perbedaan term tersebut biasa dipakai manajemen atau investor dalam menimbang keputusan bisnis melalui berbagai perhitungan Rasio Keuangan.

Masih mengacu pada contoh data Laporan Laba Rugi sebelumnya, maka jumlah Laba Bersih PT Agus adalah Rp25.000.000 (Laba Kotor – (Biaya Administrasi + Biaya Penjualan atau Pemasaran + Pajak-Pajak)).

Justifikasi Perbedaan Antara Laba Bersih dan Laba Kotor


Setelah mengetahui definisi dari Laba Kotor dan Laba Bersih, maka Anda juga bisa mengetahui perbedaan dan fungsi dari Laba Kotor dan Laba Bersih. Bisnis menggunakan istilah Laba Kotor untuk menunjukkan jumlah pendapatan yang tersisa pada akhir periode yang dapat digunakan untuk menutup biaya operasional (Biaya Admin, Penjualan atau Pemasaran, dan lainnya). Dan Ini adalah jumlah pendapatan setelah semua HPP dibayarkan. Biasanya, Laba Kotor digunakan dalam formulasi Rasio Keuangan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) dan Rasio Keuangan lainnya.

Bisnis menghitung Laba Bersih mereka pada akhir tahun dengan mengurangi semua biaya operasi dari Laba Kotor. Laba Bersih dilaporkan di bagian bawah (Bottom Line) Laporan Laba Rugi. Nilai dari Laba Bersih juga digunakan dalam berbagai formulasi Rasio Keuangan seperti Rasio Laba per Saham (Earning per Share), Margin Laba bersih (Net Profit Margin), dan lainnya.

Penting untuk mengetahui definisi dan perbedaan dari Laba kotor dan Laba Bersih yang berada di Laporan Laba Rugi. Karena dengan pengetahuan tersebut, Anda baik sebagai manajemen suatu perusahaan atau investor bisa menilai kinerja perusahaan dan membuat keputusan bisnis.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Postingan Populer