Kamis, 08 Agustus 2019

PEMEGANG PEMBUKUAN KEUANGAN YANG BERSERTIFIKAT

Sering kali orang berpikir bahwa akuntansi dan pembukuan merupakan dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki banyak perbedaan pengertian. Akuntansi merupakan suatu aktivitas pada desain sistem pencatatan, mempersiapkan laporan keuangan berdasarkan data yang ada, dan menginterpretasikan laporan tersebut. Akuntan seringkali memeriksa pekerjaan para pemegang pembukuan keuangan. Di perusahaan besar, para akuntan memiliki tanggung jawab dan otoritas yang lebih besar dibandingkan dengan pemegang pembukuan. Memang pekerjaan akuntansi pada tahap awal juga mencakup pembukuan keuangan, tetapi pada tahap berikutnya para akuntan harus memiliki pengetahuan yang lebih banyak, pemahaman konsep yang lebih baik, serta memiliki kemampuan analitis yang lebih tinggi dibandingkan dengan seorang pemegang pembukuan.

Sedangkan, pembukuan merupakan aktivitas pencatatan data usaha suatu perusahaan dengan suatu cara tertentu. Seorang pemegang pembukuan keuangan mungkin bertanggung jawab terhadap seluruh catatan usaha suatu perusahaan, tetapi mungkin juga hanya bertanggung jawab pada suatu bagian kecil tertentu, seperti catatan penjualan kepada pelanggan perusahaan saja. Sebagian besar pekerjaan pembukuan keuangan merupakan pekerjaan klerikal, dan jika terjadi peningkatan biasanya akan dibantu dengan bantuan komputer. Apa saja tugas dan tanggung jawab seorang pemegang pembukuan keuangan atau biasa disebut Bookkeeper? Dan bagaimana memilih Bookkeeper yang baik? Simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Tanggung Jawab Seorang Bookkeeper

Bookkeeper atau pemegang pembukuan keuangan merupakan pusat utama untuk hampir semua informasi keuangan dan penggajian di perusahaan. Seorang Bookkeeper akan ditugaskan untuk membayar tagihan, menagih hutang, menjalankan daftar gaji, serta menyerahkan semua formulir pemerintah, pembayaran pajak penjualan, dan pemotongan gaji. Tanggung jawab seorang Bookkeeper diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Mencatat transaksi keuangan harian dan selesaikan proses pengiriman.
  2. Merekonsiliasi pajak penjualan, pajak gaji, 401k, serta rekening bank pada akhir setiap bulan.
  3. Memantau transaksi dan laporan keuangan.
  4. Memproses piutang dan hutang perusahaan.
  5. Memproses cek dan memahami buku besar.
  6. Jika diperlukan, seorang Bookkeeper dapat bekerja dengan seorang akuntan.
  7. Menangani urusan penggajian bulanan menggunakan perangkat lunak akuntansi.
Persyaratan Menjadi Seorang Bookkeeper

Ada beberapa persyaratan khusus untuk menjadi seorang pemegang pembukuan keuangan atau Bookkeeper. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki gelar Associate di bidang akuntansi atau administrasi bisnis. Serta memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang prinsip-prinsip akuntansi secara umum.
  2. Memiliki ijazah sekolah tinggi.
  3. Berpengetahuan tentang perangkat lunak pembukuan.
  4. Memiliki pengalaman setidaknya selama 2 tahun di bidang pembukuan, atau dalam lingkungan layanan bisnis.
  5. Memiliki keahlian komunikasi yang baik, baik lisan maupun tulisan.
  6. Lebih perhatian pada detail dan akurasi pekerjaan.
  7. Berpengalaman dengan perangkat lunak akuntansi seperti Xero, Quickbooks, atau MYOB.
  8. Mampu menyiapkan, meninjau, serta memahami laporan keuangan.
Tips Memilih Bookkeeper

Keberadaan seorang pemegang pembukuan keuangan sangat penting bagi perusahaan. Berikut ini ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi seorang pemegang pembukuan keuangan, antara lain:

1. Memiliki keterampilan khusus
Terdapat hal-hal mendasar yang harus diketahui oleh pemegang pembukuan. Diantaranya adalah tentang rekonsiliasi rekening bank, proses penggajian, penanganan utang dan piutang, serta pelacakan informasi terhadap hal yang berkaitan dengan masalah keuangan secara tepat. Hal tersebut perlu diperhatikan, karena ketika Anda memutuskan untuk menyewa seorang Bookkeeper, maka Anda harus memastikan bahwa tugas Anda sebagai pencatat keuangan benar-benar dapat dialihkan dan tidak menambah masalah baru. Oleh karena itu, pilihlah pemegang pembukuan yang memahami tugas-tugas pencatatan keuangan dan merupakan seorang komunikator yang efektif. Selain itu, pilihlah seorang Bookkeeper yang mampu menghasilkan laporan keuangan yang mudah dipahami, serta mengerti dan paham dalam menggunakan sistem akuntansi yang digunakan pada bisnis Anda.

2. Bersertifikat
Menjadi seorang Bookkeeper yang bertanggung jawab terhadap pencatatan keuangan bisnis tentu saja membutuhkan kemampuan dan pengalaman yang mumpuni. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seorang calon pemegang pembukuan dalam bisnis, Anda dapat melihat sertifikat pelatihan dan keterampilan apa saja yang dimiliki. Semakin banyak sertifikat atau pelatihan yang sudah pernah diikuti, maka semakin besar kemungkinan skill yang dimiliki.

3. Mampu berinteraksi dengan baik
Pilihlah seorang Bookkeeper yang secara teratur dapat meninjau transaksi, mendiskusikan keterlambatan pencatatan, serta kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Lihatlah apakah seorang Bookkeeper selalu merespon cepat e-mail Anda, dan apakah mereka mudah untuk diajak berdiskusi ataupun berkonsultasi tentang masalah pembukuan. Pastikan bahwa biaya yang dikeluarkan perusahaan Anda untuk menyewa seorang Bookkeeper sesuai dengan kualitas yang dihasilkan.

Pembukuan merupakan kegiatan untuk menjaga setiap transaksi keuangan entitas untuk membentuk sebuah acuan dasar dalam proses akuntansi. Tujuan dilakukannya pembukuan adalah untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai pendapatan dan pengeluaran pada akhir periode akuntansi. Tugas seorang pemegang pembukuan keuangan adalah mencatat setiap transaksi bisnis baik itu transaksi kas, barang, jual dan beli. Kemudian dicatat ke dalam buku besar dan kemudian disiapkan kedalam neraca saldo.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

MANFAAT PEMBUKUAN BAGI USAHA KECIL

Pembukuan merupakan hal yang penting dan menjadi salah satu penunjang keberhasilan sebuah perusahaan. Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, beberapa hal yang dicatat dalam pembukuan berupa data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut. Item yang cukup banyak ini membuat anggapan bahwa pembukuan hanya diperlukan oleh perusahaan besar saja. Padahal bisnis kecil juga sangat membutuhkannya karena banyak manfaat pembukuan yang bisa didapat oleh bisnis-bisnis ini. Meskipun transaksi yang dilakukan masih sedikit, manfaat pembukuan dapat dirasakan pada bisnis baru dan kecil yang kerap masih bingung dan luput dalam pengalokasian modal serta dana. Karena, permasalahan yang terjadi saat ini banyak bisnis kecil yang gulung tikar karena belum menyadari manfaat pembukuan sehingga tidak konsisten dalam pencatatan atau bahkan tidak melakukannya.

Banyak alasan mengapa banyak pemilik bisnis kecil tidak melakukan pembukuan pada bisnisnya. Pertama, karena mereka merasa proses pembukuan ini cukup merepotkan dan kurang mengerti dalam melakukannya sehingga malas melakukannya. Kedua, karena ketidak mengertian ini yang membuat pemilik bisnis merasa harus mengeluarkan biaya lebih untuk menyewa seorang akuntan. Padahal pencatatan ini bisa dilakukan sendiri karena ada format sederhana yang mudah untuk diikuti. Ketiga, pemilik bisnis kerap mengeluhkan keterbatasan waktu yang dimiliki untuk melakukan pembukuan. Untuk hal ini, pemilik bisnis bisa menyicil dengan membuat catatan kecil setiap sebuah transaksi sudah selesai. Setelah itu, catatan kecil ini tinggal dirapikan setelah jam operasional bisnis dan dimasukkan dalam buku besar.

Ketika sudah bertekad untuk mendirikan sebuah bisnis, maka dibutuhkan usaha yang optimal untuk mengembangkannya. Salah satunya yaitu dengan melakukan pembukuan sederhana yang dilakukan secara rutin. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh pemilik bisnis ketika melakukan pembukuan secara rutin.

Meminimalisasi Kelebihan Pengeluaran

Kebanyakan orang mencatat pengeluarannya hanya di kepala dan ingatan saja. Namun hal ini tidak boleh dilakukan oleh seorang pemilik bisnis. Seorang pemilik bisnis yang tidak mencatat biaya yang dikeluarkan pasti akan terkejut dengan apa yang telah dibelanjakannya. Banyak biaya yang tidak terduga atau bahkan tidak dibutuhkan keluar begitu saja. Maka dari itu, pencatatan dan pembukuan yang dilakukan secara teratur bisa digunakan sebagai kontrol atas pengeluaran tersebut. Dengan adanya pencatatan dan pembukuan akan membantu menahan diri untuk tidak menghabiskan uang lebih dari yang dibutuhkan. Karena mengurangi pengeluaran untuk hal yang kurang penting akan memberi pengaruh dan perubahan kecil yang baik.

Mengetahui Untung atau Tidaknya Sebuah Bisnis

Mendirikan sebuah bisnis tidak terlepas dari permasalahan untung dan rugi. Sehingga dibutuhkan pembukuan sederhana untuk memantau kinerja keuangan sebuah bisnis. Buku ini secara sederhana memuat modal, beban pengeluaran, serta pendapatan yang diterima dalam suatu periode akuntansi untuk menghitung seberapa besar keuntungan yang didapat. Pemilik bisnis juga dapat mengetahui jumlah modal yang sudah terpakai, modal yang belum digunakan, serta jumlah utang yang dimiliki.

Membantu Strategi Bisnis Selanjutnya

Pembukuan yang lengkap dan terperinci akan menjadi alat analisis bagi kinerja bisnis. Hasil analisis ini nantinya dapat digunakan untuk membuat keputusan dan mengembangkan strategi bisnis selanjutnya. Pembukuan yang lengkap akan menghasilkan analisis tepat yang nantinya berpengaruh pada keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena, keputusan yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap, dan proses pembukuan akan menyediakan dan memberikan gambaran secara jelas mengenai informasi keuangan bisnis Anda.

Memudahkan Pelaporan Pajak

Jika bisnis kecil yang dijalankan sudah memiliki NPWP, maka ada kewajiban pelaporan pajak. Untuk pelaporan pajak ini dibutuhkan catatan keuangan selama satu tahun terakhir. Dengan adanya pembukuan, pemilik bisnis dapat langsung menyuguhkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada drama mencari dan kehilangan tanda terima, faktur dan lain sebagainya.

Memberikan Gambaran Jelas Bagi Kreditur dan Investor

Bisnis kecil biasanya masih memerlukan kreditur dan investor dalam memberikan suntikan modal untuk menopang bisnis yang dijalankan. Tentu saja kedua pihak ini tidak ingin sembarangan dalam memberikan dana kepada bisnis yang tidak jelas. Salah satu faktor yang dapat memudahkan pemilik bisnis mendapatkan dana dari kreditur dan investor adalah laporan keuangan yang jelas, terperinci dan sistematis. Dengan adanya pembukuan secara rutin, maka laporan keuangan seperti itu akan mudah didapatkan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

REKONSILIASI BANK: PENGERTIAN, FUNGSI, DAN ISTILAH

Dalam buku besar sebuah perusahaan tercantum transaksi yang melibatkan rekening giro. Di sisi lain, bank juga membuat catatan rekening giro perusahaan ketika memproses cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya. Catatan bank ini mencantumkan aktivitas dalam rekening bank dan juga saldo yang ada di dalamnya. Setiap akhir bulan, bank biasanya memberikan laporan ini pada perusahaan. Pada saat menerima laporan ini, perusahaan harus memverifikasi apakah jumlah pada laporan bank sesuai dengan jumlah dalam rekening kas perusahaan dalam buku besar umum, begitupun sebaliknya. Proses verifikasi inilah yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan dengan informasi terkait pada laporan bank. Tujuan dari proses ini adalah untuk memastikan persamaan dan perbedaan antara keduanya. Rekonsiliasi bank harus dilakukan karena informasi yang terdapat pada laporan bank merupakan catatan bank dari semua transaksi yang terdapat dan berdampak pada rekening bank perusahaan selama sebulan terakhir. Rekonsiliasi juga harus diselesaikan secara berkala pada semua rekening bank, untuk memastikan bahwa catatan kas perusahaan benar. Hal ini juga digunakan sebagai kontrol yang lebih baik atas penerimaan dan pembayaran yang dilakukan secara tunai.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini:
  1. Perusahaan dapat mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan.
  2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.
Kapan Sebaiknya Melakukan Rekonsiliasi Bank?

Sebuah perusahaan paling sedikitnya akan melakukan rekonsiliasi sekali setiap akhir bulan. Proses ini dilakukan segera setelah bank mengirimi laporan bank perusahaan yang berisi saldo awal kas, transaksi selama satu bulan dan saldo akhir kas di bank tersebut. Tetapi, akan lebih baik jika perusahaan melakukannya setiap hari dengan mengakses informasi yang dapat diakses melalui website bank. Dengan menyelesaikan rekonsiliasi bank setiap hari, perusahaan pun dapat sesegera mungkin menemukan permasalahan dalam akun bank, mencari sumber masalah dan mencari solusinya. Apabila perusahaan menemukan sedikit aktivitas di bank dan terlihat seperti tidak membutuhkan proses verifikasi, maka hal tersebut perlu dicurigai. Karena sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank akan sama. Di setiap saat pastinya ada beberapa kemungkinan pembayaran, setoran, biaya layanan bank, penalti dan serta transaksi lainnya yang belum dicatat oleh perusahaan. Jika hal ini terjadi maka lebih baik menutup akun tersebut dan menaruh sisa dana tersebut ke dalam akun yang lebih aktif. Dengan melakukan ini, akan lebih mudah untuk menginvestasikan sisa dana serta memantau status investasi.

Komponen dalam Rekonsiliasi Bank

Ada beberapa komponen yang muncul ketika melakukan rekonsiliasi bank, yakni sebagai berikut.
  1. Deposit in Transit (Setoran dalam Proses). Uang tunai dan/atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana. Jika hal ini terjadi pada akhir bulan, setoran tidak akan muncul dalam laporan bank, dan karenanya menjadi item rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank. Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut. Penyebab lainnya jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali.
  2. Outstanding Check (Cek Beredar) adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Jika belum diselesaikan maka tidak akan muncul pada laporan bank.
  3. Non-Sufficient Fund Check (Cek Kosong) adalah cek yang tidak diterima oleh bank karena dana di dalam rekening perusahaan tidak mencukupi. Jika ini terjadi, maka bank tetap akan mengeluarkan nota debit dengan jumlah ketidakjujuran (dishonored) dan saldo di rekening akan dikurangi. Untuk mengeluarkan cek ini, peruahaan akan dikenakan biaya pemrosesan.

Proses rekonsiliasi bank bukan merupakan hal yang sulit. Namun, dibutuhkan ketelitian dan kecermatan agar tidak ada yang terlewat dari pemeriksaan. Dan tentu saja proses yang panjang ini akan menyita banyak waktu. Akan tetapi, kini Anda tidak perlu lagi repot ketika berurusan dengan rekonsiliasi bank.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

KENAPA REKONSILIASI HARUS TERJADI DAN BAGAIMANA CONTOHNYA

Rekonsiliasi bank adalah proses penyesuaian informasi catatan kas menurut sebuah perusahaan dan juga menurut bank. Rekonsiliasi bank dapat diartikan juga sebagai kegiatan merinci adanya perbedaan terhadap catatan transaksi milik bank sebagai pengelola transaksi serta catatan yang dimiliki oleh perusahaan dengan pihak bank berupa rekening koran atau biasa disebut bank statement.

Dalam proses rekonsiliasi bank akan memperlihatkan seluruh transaksi yang telah Anda lakukan selama periode yang ditentukan. Jika ditemukan perbedaan, akuntan akan melakukan jurnal penyesuaian dengan menggunakan bukti yang dianggap sah dan juga valid.

Penyebab Terjadinya Rekonsiliasi Bank

Kredit bank
Penagihan atau deposito oleh bank untuk kepentingan nasabah yang tidak diketahui oleh nasabah sampai penerimaan rekening Koran.

Setoran dalam perjalanan
Setoran kas akhir bulan yang dicatat pada buku penyetor dalam satu bulan, diterima dan dicatat oleh bank dalam bulan berikutnya.

Beban bank
Beban yang dicatat oleh bank terhadap saldo nasabah untuk pos-pos seperti biaya pelayanan, penulisan cek, dan lain-lain yang mungkin tidak disadari nasabah.

Kesalahan bank atau nasabah
Kesalahan pencatatan antara 2 (dua) pihak yang mengakibatkan saldo bank tidak sama dengan saldo buku nasabah.

Cek yang masih beredar
Merupakan cek yang ditulis oleh penyetor, dicatat ketika dituliskan tetapi belum dicatat atau belum di jelaskan oleh bank sampai pada bulan berikutnya.

Contoh Pembuatan Rekonsiliasi & Jurnal Penyesuaian

PT. Lestari Abadi telah menerima rekening koran dari Bank Debit per 31 Juli 2016 yang menunjukkan jumlah saldo sebesar Rp1.220.000.

Pada tanggal 1 Juli 2016 perkiraan bank di buku besar PT. Lestari Abadi menunjukkan saldo sebesar Rp2.303.000. Pada bulan Juli 2016, buku penerimaan kas menunjukkan jumlah sebesar R4.730.000, sedangkan buku pengeluaran kas menunjukkan jumlah sebesar Rp6.572.725. Data yang berhubungan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:

1. Cek-cek yang beredar :

2. Telah dikredit oleh bank, jasa giro bulan Juli 2016 sebesar Rp7.425

3. Cek Nomor 10203 sebesar Rp157.000 dicatat dalam laporan buku pengeluaran sebesar Rp175.000.

4. Sedangkan cek nomor 10217 sebesar Rp240.000 dibukukan sebesar Rp24.000. Seluruhnya untuk pembelian barang dagangan.

5. Setoran kas sebesar Rp925.000 pada tanggal 31 Juli 2016 belum dicatat dalam rekening koran bank karena kas bank sudah tutup.

6. Bank telah membebankan biaya administrasi bulan Juli 2016 sebesar Rp1.000 dan ongkos buku cek sebesar Rp650. Jumlah tersebut belum dibukukan oleh PT. Lestari Abadi.

7. Bank telah mengkredit rekening PT. Lestari Abadiatas kiriman uang sebesar Rp199.950 yang diterima dari pelanggan untuk melunasi utangnya.

8. Setoran cek yang diterima dari PT. Lestari Abadi sebesar Rp120.000 pada tanggal 28 Juli 2016 telah ditolak karena saldo tidak mencukupi.


Berikut ini adalah Jurnal Penyesuaiannya

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

5 TAHAP SEDERHANA PROSEDUR PELAKSANAAN REKONSILIASI BANK

Dalam buku besar sebuah perusahaan tercantum transaksi yang melibatkan rekening giro. Di sisi lain, bank juga membuat catatan rekening giro perusahaan ketika memproses cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya. Catatan bank ini mencantumkan aktivitas dalam rekening bank dan juga saldo yang ada di dalamnya. Dan setiap akhir bulan, bank biasanya memberikan laporan ini pada perusahaan. Pada saat menerima laporan ini, perusahaan harus memverifikasi apakah jumlah pada laporan bank sesuai dengan jumlah dalam rekening kas perusahaan dalam buku besar umum, begitupun sebaliknya. Dan proses verifikasi inilah yang disebut dengan rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo dalam catatan akuntansi perusahaan dengan informasi terkait pada laporan bank. Tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk memastikan persamaan dan perbedaan antara keduanya.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini:
  1. Perusahaan dapat mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan
  2. Untuk mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.
Prosedur Rekonsiliasi Bank

1. Melakukan Perbandingan Antara Saldo Kas di Buku Besar Perusahaan dan Rekening Koran dari Bank
Perusahaan yang mendaftarkan rekening giro di bank, pada setiap akhir bulan tentunya mendapatkan laporan berupa rekening koran dari bank yang bersangkutan. Rekening tersebut berisi berbagai transaksi perusahaan seperti cek, setoran, biaya layanan, dan barang-barang perusahaan lainnya, serta saldo kas perusahaan yang tersimpan di bank. Rekening koran ini dapat digunakan untuk membandingkan catatan yang ada di dalamnya dengan catatan yang dibuat di buku besar oleh perusahaan. Dalam proses perbandingan ini, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank akan sama. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kesalahan pencatatan baik yang dilakukan oleh bank ataupun perusahaan. Pastinya ada beberapa kemungkinan pembayaran, setoran, biaya layanan bank, penalti dan serta transaksi lainnya yang belum dicatat.

2. Catat Transaksi yang Dilakukan oleh Bank
Transaksi tercantum yang dilakukan oleh bank adalah transaksi yang bersifat otomatis dan mudah dilacak dengan berpatokan pada rekening koran tersebut. Transaksi ini biasanya berupa biaya layanan bank dan pendapatan bunga dari rekening di bank. Catat transaksi-transaksi tersebut terlebih dahulu ke dalam buku besar perusahaan, baru kemudian diteruskan ke langkah selanjutnya.

3. Lakukan Penelusuran terhadap Transaksi yang Masih dalam Proses
Seperti yang telah dijelaskan pada prosedur pertama, sangat tidak mungkin saldo akhir perusahaan dan saldo akhir bank berada pada nominal yang sama. Hal tersebut disebabkan oleh kesalahan pencatatan baik dari perusahaan maupun bank. Bisa dalam bentuk deposit in transit atau outstanding check. Deposit in transit atau setoran dalam proses adalah uang tunai dan / atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana. Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut.

Penyebab lainnya yaitu jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali. Sementara outstanding check atau cek beredar adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Dua komponen ini merupakan komponen yang menyebabkan selisih paling besar pada nominal saldo kas. Oleh karenanya perlu dilakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan transasksi tersebut.

4. Buat Lembar Kerja Rekonsiliasi Bank dan Hitung Selisihnya
Tahap selanjutnya adalah membuat lembar kerja rekonsiliasi bank. Di dalam lembar kerja inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai wadah untuk menghitung keseluruhan transaksi yang telah tercatat. Setelah perhitungan tersebut akan ditemukan selisih sebenarnya antara saldo yang ada di rekening bank dengan saldo yang tercatat di buku besar perusahaan. Jika tidak terdapat selisih nominal saldo, maka proses rekonsiliasi bank telah tuntas. Namun jika masih ada selisih diantara keduanya maka perlu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Penelusuran dan Pengecekan Ulang
Tahap ini dilakukan apabila terdapat selisih nominal antara saldo di buku besar perusahaan dan rekening bank. Pada tahap ini dilakukan penelusuran dan pengecekan ulang terhadap penyebab masalahnya. Jika nominal selisihnya kurang dari satu juta, kemungkinan kesalahan terjadi ketika memasukan angka dalam pencatatan yang dilakukan oleh akuntan. Namun, jika nilai selisihnya lebih dari satu juta, kemungkinan ada pencatatan transaksi yang belum diinput atau ada pencatatan transaksi yang dilakukan dua kali atau ada pembatalan transaksi dan belum dilakukan pencatatan jurnal pembalik.

Dalam melaksanakan prosedur rekonsiliasi bank ini, diperlukan kesabaran, ketelitian dan kecermatan. Untuk perusahaan besar tentunya akan banyak sekali transaksi yang harus diperiksa dan tidak boleh tertinggal satupun.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

KETAHUI PENTINGNYA PEMBUKUAN UNTUK PERUSAHAAN

Agar sebuah perusahaan dapat terus dikenal oleh konsumen dan dapat melakukan penjualan secara berkelanjutan memang dibutuhkan marketing yang handal. Marketing saat ini menjadi kebutuhan wajib dan dianggap sebagai ujung tombak yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan. Namun, kebanyakan perusahaan hanya berfokus pada strategi marketing yang akan ditempuh. Padahal ada hal penunjang keberhasilan perusahaan lain yang tidak kalah penting, yakni pembukuan. Sebagai pemilik usaha, Anda perlu mengetahui pentingnya pembukuan untuk perusahaan. Pembukuan adalah proses pengumpulan data dan informasi yang berhubungan dengan keuangan secara teratur dan terperinci.

Hal yang harus dikumpulkan dalam membuat pembukuan antara lain modal, biaya dan penghasilan, kewajiban, dan sebagainya. Secara singkat, hal ini dapat diartikan sebagai pencatatan transaksi masuk dan transaksi keluar yang terjadi akibat dari aktivitas bisnis yang dilakukan. Pembukuan ini nantinya akan diteruskan menjadi laporan keuangan. Pentingnya pembukuan untuk perusahaan merupakan hal yang harus diperhatikan karena kerap kali pemilik bisnis mencampur keuangan pribadi dan perusahaan yang nantinya akan membingungkan pemilik bisnis. Jika hal tersebut terjadi, mereka bisa saja menggunakan keuangan pribadi untuk perusahaan dan begitupun sebaliknya. Oleh karena itu sekecil apapun bisnis yang digeluti, seorang pengusaha harus mengerti pentingnya pembukuan untuk perusahaannya. Dengan demikian, bisa diketahui hasil yang diperoleh dan mengalokasikannya untuk rencana usaha kedepannya. Bagi para pengusaha yang belum mengetahui apa saja pentingnya pembukuan untuk perusahaan, berikut penjelasannya.

Melacak Pengeluaran

Anda pasti tidak mau jika uang Anda digunakan untuk hal-hal yang tidak jelas arah tujuannya. Begitupun dalam perusahaan dimana angka sekecil apapun akan diperhitungkan. Penting untuk perusahaan membuat pembukuan yang rapi agar setiap pengeluaran bisa diketahui dengan jelas. Ini akan sangat membantu untuk mengontrol pembelian yang tidak terlalu penting, menentukan harga jual yang akan dibuat, dan menentukan pajak yang harus dibayar.

Membantu Pembuatan Anggaran

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya, ketika Anda mengetahui pengeluaran yang dibutuhkan, akan lebih mudah untuk membuat anggaran dengan bijaksana. Anggaran dapat membuka peta jalan keuangan untuk bisnis Anda sehingga dapat merencanakan pengeluaran di masa depan dan mengantisipasi biaya yang tidak terduga.

Pembayaran Pajak

Selain membantu penentuan berapa pajak yang akan dibayar, pembukuan juga akan mempermudah proses pembayarannya. Dengan adanya pembukuan, Anda dapat langsung menyuguhkan informasi keuangan yang lengkap pada waktu yang dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada drama mencari dan kehilangan tanda terima, faktur dan lain sebagainya pada perusahaan.

Membantu Analisis

Pembukuan yang lengkap dan terperinci akan menjadi pisau analisis bagi manajemen dan kinerja perusahaan. Anda juga akan terbantu dalam melaporkan arus kas masuk dan keluar dengan detail. Pembukuan akan memperlihatkan lini bisnis mana yang menghasilkan keuntungan dan mana yang tidak.

Pembuatan Keputusan

Setelah analisis dilakukan, saatnya untuk membuat keputusan bagi perusahaan. Pembukuan yang lengkap akan menghasilkan analisis tepat yang nantinya berpengaruh pada keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena keputusan yang baik harus berdasarkan informasi keuangan secara lengkap, dan proses pembukuan dapat menyediakan dan memberikan gambaran yang jelas mengenai informasi keuangan.

Manajemen Keuangan

Pembukuan memberi gambaran yang jelas tentang bagaimana Anda membelanjakan uang. Manfaatkan hal ini untuk mengatur keuangan perusahaan dan mengendalikan bisnis keuangan bisnis dengan baik.

Kemudahan Pelaporan pada Investor

Investor kerap kali meminta laporan kinerja perusahaan untuk mengukur nilai investasinya. Calon investor lebih cenderung berinvestasi dalam bisnis ketika Anda telah mengatur informasi keuangan secara teratur. Dengan adanya pembukuan, memungkinkan investor memiliki untuk informasi terkini dan terlengkap yang dapat diakses dengan mudah serta cepat. Karena itu, investor pun dapat membuat keputusan yang lebih baik. Tidak hanya pada investor saat ini tetapi juga investor di masa depan.

Adanya pembukuan pada perusahaan memang sangat penting, walaupun dimulai dengan pembukuan yang sederhana. Selain proses marketing, pembukuan juga menjadi pokok dari manajemen usaha. Laporan yang tidak teratur akan membebani Anda sebagai pemilik bisnis. Dengan banyaknya hal lain yang harus diperhatikan, pembukuan secara teratur akan membantu Anda terbebas dari drama kehilangan faktur, tanda terima, dan laporan lainnya. Ketika proses pembukuan selesai, Anda pun akan lebih memahami informasi keuangan perusahaan sehingga bank dan auditor bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Sabtu, 03 Agustus 2019

TIPS MENJADI AKUNTAN PUBLIK PROFESIONAL

Menurut UU Akuntan Publik No. 5 Tahun 2011, Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut. Akuntan publik merupakan akuntan independen yang memberikan jasa akuntansi tertentu dan menerima pembayaran atas jasa yang telah diberikannya. Profesi ini mempunyai tugas yang cukup kompleks, bukan hanya melakukan perhitungan-perhitungan angka, tetapi juga sebagai penghubung aktivitas bisnis antara perusahaan yang menjadi kliennya dan perusahaan lain dalam proses keberlanjutan bisnis. Laporan yang dibuat oleh seorang akuntan publik juga sangat penting dalam menganalisa dan membuat keputusan bisnis kedepannya. Oleh sebab itu untuk mengemban tugas ini diperlukan seseorang yang profesional dalam bekerja.

Tidak hanya mempunyai keahlian, namun seorang akuntan publik juga harus memiliki integritas. Menurut Agusti dan Nastia (2013), profesionalisme merupakan sikap bertanggungjawab terhadap apa yang telah ditugaskan kepadanya. Sikap profesionalisme dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang dimilikinya yaitu berdasarkan:
  1. Pengabdian pada profesi, yang menjadikannya sebagai orang yang bekerja secara total.
  2. Kewajiban sosial, bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang memiliki nilai kontribusi besar bagi masyarakat serta profesinya.
  3. Kemandirian, bahwa pekerjaannya menuntut untuk mampu mengambil keputusan sendiri tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
  4. Keyakinan terhadap profesi.
  5. Hubungan sesama profesi.

Untuk mencapai hal tersebut ada beberapa cara yang harus ditempuh. Berikut penjelasan yang dirangkum oleh Jurnal untuk menjadi akuntan publik profesional.

Mendapatkan Gelar di Studi Akuntansi

Sebelum September 2013, lulusan S1 atau D4 program studi akuntansi harus mengikuti program studi Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), memperoleh register negara akuntan, dan menjalankan praktik profesi akuntan dahulu sebelum mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Namun setelahnya, para lulusan ini dapat langsung mengikuti ujian sertifikasi tanpa harus mengikuti pendidikan profesi tersebut. Ini berarti, mendapatkan gelar di studi akuntansi baik itu S1 ataupun D4 menjadi syarat dasar untuk melanjutkan cita-cita menjadi seorang akuntan publik profesional.

Memilih Spesialisasi yang Tepat

Profesi yang satu ini memiliki berbagai spesialisasi dengan jobdesc-nya masing-masing, baik itu audit, manajerial, anggaran, perpajakan dan lainnya. Sebagain besar akuntan mempunyai spesialisasinya masing-masing dan terkadang mengikuti gelar akuntansi yang diperoleh. Pastikan untuk memilih spesialisasi yang memang sesuai agar lebih sesuai dengan gelar yang dipilih sebelumnya serta kemampuan Anda agar fokus dalam mendalaminya.

Lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik

Ada beberapa perbedaan antara akuntan publik biasa dengan yang profesional yang bersertifikasi. Akuntan publik biasa mengerjakan tugas sederhana seperti penyusunan laporan keuangan, sementara yang bersertifikasi mempunyai kewenangan untuk melakukan pekerjaan yang lebih profesional seperti melakukan audit, meninjau laporan dan mewakili klien sebelum IRS.

Oleh karena itu, untuk menjadi seorang profesional perlu mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). USAP menurut Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) adalah sebutan untuk sertifikasi tertinggi profesi akuntan publik di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi berbasis kompetensi individu; dengan demikian basis penyelenggaraan sertifikasi adalah, dan akan selalu, berbasis pada kompetensi yang dibutuhkan individu untuk berpraktek, atau menginginkan keahlian yang dibutuhkan untuk berprofesi. USAP ditawarkan selama dua bulan pertama setiap kuartal dan biasanya berlangsung beberapa hari. Calon dapat mengambil bagian tes dalam urutan apa pun yang mereka pilih. Ada 3 macam ujian yang bisa dipilih yakni ujian tingkat dasar, ujian tingkat profesional, dan ujian penilaian kompetensi rekan perikatan audit.

Menambah Pengalaman Kerja

Selain menambah pengetahuan melalui pendidikan dan pelatihan serta mengikuti ujian kompetensi, akuntan publik profesional juga diharuskan untuk mempunyai pengalaman. Auditor yang tidak berpengalaman akan melakukan kesalahan yang lebih banyak dibanding dengan auditor yang berpengalaman. Oleh karena itu, carilah pengalaman kerja dalam bidang akuntan sebanyak mungkin. Hal ini bisa dimulai ketika kuliah dengan mengikuti program magang atau bekerja secara part time.

Komitmen Terhadap Etika

Kecerdasan dan keunggulan intelektual memang diperlukan dalam mengerjakan tugas akuntan. Namun untuk menjadi seorang akuntan juga diperlukan etika yang akan menjadi pertahanan dalam mengemban tugas secara profesional. Dalam prinsip etika profesi Ikatan Akuntan Indonesia poin kedua tentang kepentingan publik dinyatakan bahwa setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Oleh karena itu, tuntutan untuk bersikap profesional dalam menjalankan tugas yaitu memegang prinsip-prinsip profesi yang telah ditetapkan. Seseorang yang menggeluti profesi ini dapat dikatakan profesional, apabila dalam melaksanakan pemeriksaan ia menghasilkan audit yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dan sesuai dengan kode etik atau standar profesi.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KANTOR KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
KONSULTAN PAJAK BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Postingan Populer