Kamis, 16 Januari 2020

3 KESALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM PROSES REKONSILIASI

Dalam menjalankan sebuah bisnis, perusahaan harus memiliki rekening khusus untuk bisnis. Hal ini dapat membantu Anda memisahkan pengeluaran pribadi dan pengeluaran bisnis. Di mana, hal ini secara langsung dapat membantu Anda mengelola arus kas perusahaan dengan baik.

Perusahaan atau bisnis biasanya menyimpan uang di Bank untuk memudahkan proses transaksi, salah satunya transaksi pembelian barang dari supplier, hingga pengeluaran beban dan biaya bisnis. Namun, terkadang kas dalam bank tidak sesuai dengan transaksi yang telah dicatat dalam transaksi bisnis. Inilah yang membuat perusahaan membutuhkan proses rekonsiliasi atau pencocokan.

Pengertian Rekonsiliasi Menurut Ahli

Sejumlah ahli mengungkapkan beberapa pengertian rekonsiliasi. Berikut ini pengertiannya.

Wibowo dan Abubakar Arif
Rekonsiliasi bank merupakan suatu laporan yang berisi saldo kas menurut perusahaan dengan saldo kas menurut bank disertai dengan penyebab perbedaan keduanya.

Haryono Jusup
Rekonsiliasi bank adalah proses untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perbedaan antara catatan perusahaan dengan laporan bank dan menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu.

Soemarsono S.R
Rekonsiliasi bank adalah apabila semua penerimaan uang langsung disetorkan dan semua pembayaran dilakukan dengan cek, maka akun kas perusahaan akan sama dengan akun yang dimiliki bank.

Munandar
Rekonsiliasi bank adalah kewajiban yang dilakukan perusahaan dalam mencara sebab-sebab ketidaksamaan antara saldo simpanan menurut laporan catatan bank dengan saldo yang dimiliki perusahaan.

Manfaat Melakukan Rekonsiliasi Bagi Perusahan

Keberhasilan sebuah usaha dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan. Saat ini, setiap perusahaan atau usaha harus memiliki rekening sendiir di bank untuk keperluan usaha, baik untuk melakukan transaksi penerimaan maupun pengeluaran. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memiliki kas kecil dalam perusahaan, tapi juga memiliki kas di bank.

Kas perusahaan di bank adalah dana perusahaan yang disimpan dalam bentuk bilyet atau giro. Rekonsiliasi bank perlu dibuat karena pada akhir bulan, bank akan mengirimkan laporan rekening koran kepada nasabahnya beserta cek nasabah yang telah dibayarkan bank dalam bulan itu. Selain itu, rekonsiliasi bank ini juga membantu mengetahui pemasukan dan pengeluaran yang sudah terjadi di bank, tapi belum dicatat oleh perusahaan. 

Permasalahan yang Sering Terjadi saat Proses Rekonsiliasi

Proses rekonsiliasi ini dilakukan untuk mencocokkan laporan keuangan dari bank dengan catatan perusahaan. Namun, proses ini terjadi karena beberapa perbedaan seperti prosedur pencatatan, penerimaan, dan pengeluaran kas. Lalu apa saja perbedaan yang sering ditemukan akuntan dalam melakukan proses rekonsiliasi?

Perusahaan telah Melakukan Pencatatan, Tapi Bank Belum Mencatatnya

Dalam proses rekonsiliasi, terkadang Anda tidak dapat menemukan transaksi yang sama. Hal ini dapat terjadi karena transaksi tersebut belum dicatat bank karena beberapa alasan, misalnya setoran akhir bulan atau setoran maksimum jam 00.00 akan dicatat di hari esok. Untuk menemukan transaksi ini, Anda dapat membandingkan semua transaksi sesuai slip setoran dengan transaksi yang muncul pada laporan bank.

Cek yang Masih Beredar

Cek yang sudah dikeluarkan perusahaan dan telah dicatat perusahaan, manun belum disampaikan pada pihak pemegang cek atau bank belum melakukan pembayaran. Menemukan outstanding check ini dapat dilakukan dengan membandingkan seluruh cek yang telah dikeluarkan dengan cek yang telah diyangkan oleh bank yang muncul pada laporan bank. Dengan begitu, pihak bank harus mencatatnya sebagai pengeluaran jumlah saldo yang dimiliki perusahaan.

Bank telah Melakukan Pencatatan, Tapi Perusahaan Belum

Hal ini biasanya terjadi jika:

a. Inkaso dari Debitur
Adanya pelanggan yang membayar langsung ke rekening perusahaan. Dengan begitu, pihak bank akan memberitahukan transaksi tersebut melalui rekening koran, sehingga perusahaan akan mengetahui adanya perbedaan karena perusahaan belum melakukan pencatatan. Jika hal ini terjadi, perusahaan harus menambah catatan transaksinya sesuai dengan jumlah yang tercatat pada bank.

b. Jasa Giro Bank
Ini adalah balas jasa bank yang diberikan kepada perusahaan, di mana bank mendapatkan manfaat simpanan giro. Hal ini tidak akan diketahui oleh perusahaan sebelum menerima laporan bank. Jadi setelah perusahaan menerima laporan dari bank, perusahaan harus mencatat penambahan saldo di kas perusahaan sebesar jasa giro yang diberikan oleh bank.

c. Biaya Bank
Ini adalah biaya yang dibebankan bank kepada perusahaan atas jasa bank dalam melayani giro perusahaan. Dalam masalah ini, bank telah menambahkan giro, namun perusahaan belum melakukan pencatatan karena belum menerima laporan bank. Sehingga, perusahaan harus mencatat pengurangan saldo pada kas perusahaan senilai biaya bank.

d. Cek Kosong
Cek kosong adalah cek yang dananya tidak tersedia di dalam rekening giro karena ketidakcukupan dana. Ketika perusahaan menerima cek dari pelanggan maka perusahaan mencatatnya sebagai penerimaan kas dan disetorkan ke bank untuk menambah saldo rekening perusahaan. Namun, keesokan harinya pihak bank akan memberitahukan bahwa cek tersebut tidak bisa diuangkan karena tidak memiliki dana yang cukup. Dalam hal ini, perusahaan harus mengurangi penerimaan kas yang telah dicatat senilai cek kosong.

e. Kesalahan Pencatatan
Jika saat melakukan proses rekonsiliasi, Anda tidak menemukan kesalahan-kesalahan seperti di atas, kemungkinan kesalahan terjadi karena kesalahan pencatatan di buku perusahaan atau buku bank. Hal ini dapat menyebabkan penambahan atau pengurangan saldo di buku perusahaan atau buku bank. Namun apabila setelah dilakukan identifikasi tidak ditemukan penyebab perbedaan saldo, maka terdapat indikasi penggelapan kas.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

PENGERTIAN, TUJUAN, DAN METODE DALAM KAS KECIL

Setiap bisnis, baik itu bisnis dalam skala kecil, menengah (UKM) atau pun bisnis besar, pastinya menyadari bahwa manajemen keuangan perusahaan merupakan faktor krusial untuk diperhatikan. Pasalnya, perusahaan dapat melihat secara jelas mengenai perkembangan bisnis mereka dari besarnya pengeluaran atau pemasukan, dan data-data tersebut hanya dapat dilihat dari hasil pengelolaan keuangan.

Untuk mengelola keuangan perusahaan dengan baik, para staf dari divisi keuangan harus membangun sistem yang tepat dan cocok dengan budaya perusahaan. Ada beberapa cara yang lazim digunakan, mulai dari penggunaan invoice untuk berbagai kebutuhan seperti pengadaan barang dan kebutuhan lainnya. Selain invoice, ada satu model pengelolaan keuangan yang cukup sering diaplikasikan, bahkan di perusahaan besar, yaitu petty cash.

Pengertian Kas Kecil

Dalam melakukan transaksi bisnis, perusahaan tidak selalu mengeluarkan dana besar untuk membayar sesuatu. Namun, tanpa disadari ternyata perusahaan juga dapat mengeluarkan uang dengan nomilan yang kecil, tapi dengan kuantitas yang banyak. Meskipun demikian, setiap uang yang keluar tetap harus dibuat di dalam sebuah buku (pembukuan) untuk mempermudah akuntan perusahaan mencatat keuangan perusahaan.


Pembukuan inilah yang akan mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan perusahaan dalam nominal yang tidak terlalu banyak atau biasa disebut dengan kas kecil atau petty cash. Petty cash biasanya digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan ataupun hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan.

Kas kecil (Petty Cash) adalah sejumlah dana yang dibentuk khusus untuk pengeluaran yang bersifat rutin dan relatif kecil jumlahnya. Kas kecil digunakan untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran pimpinan yang jumlahnya relatif kecil seperti dana entertain klien atau rekan kerja pimpinan, dana konsumsi untuk kepentingan rapat, dan lain sebagainya. Sebagai orang yang dipercaya pimpinan untuk mengelola kas kecil, sekretaris harus dapat mengatur dan merencanakan penggunaan dana kas kecil dan membuat catatan keuangan yang dibukukan kembali oleh bagian keuangan perusahaan. 

Pengelolaan kas kecil keuangan dilakukan oleh Biro Kesekretariatan atau petugas keuangan tingkat pemula atas pengeluaran-pengeluaran tunai. Hal ini dilakukan untuk mendukung tugas pelaksanaan yang ada. Maksud diadakannya kas kecil adalah agar kesekretariatan tidak perlu meminta dana kebagian keuangan setiap kali ingin mengeluarkan dana. Karena umumnya, perusahan akan sering mengeluarkan dana yang relatif kecil untuk berbagai kepentingan.

Tujuan Kas Kecil

Ada beberapa tujuan dibentuknya kas kecil, berikut di antaranya:
  1. Menangani masalah perlengkapan/perbekalan kantor yang dialami oleh suatu bagian di kantor.
  2. Menghindari cara pembayaran yang tidak ekonomis juga tidak praktis atas pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan mendadak.
  3. Meringankan beban staff karyawan dalam memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan juga termasuk kepada relasi bisnis pimpinan.
  4. Mempercepat aktivitas atasan yang menggunakan dana secara mendadak dan juga tidak terencana sebelumnya.
Metode dalam Pengelolaan Kas Kecil

Metode ini mencakup tahapan-tahapan pengelolaan dalam penggunaan dana yang ada, sehingga ketika laporan penggunaan kas kecil diminta oleh pihak-pihak yang terkait dapat ditunjukkan dengan segera dan lengkap tanpa ada kesalahan. Metode pencatatan kas kecil ada 2 (dua). Berikut ini penjelasannya. 

Metode Tetap (Imprest fund system)
Metode Tetap adalah metode pembukuan kas kecil di mana rekening kas kecil jumlahnya selalu tetap. Setiap pengeluaran kas terjadi, pemegang petty cash tidak serta merta langsung mencatatnya, tetapi hanya sekedar mengumpulkan bukti transaksi pengeluarannya.

Ciri-ciri Metode Tetap (Imprest fund system)
  • Bukti-bukti penggunaan dana kas kecil dikumpulkan oleh pengelola kas kecil.
  • Pengisian dana kas kecil dilakukan dengan penarikan cek yang sama jumlahnya dengan dana kas kecil yang telah digunakan sehingga jumlah dana kas kecil kembali kepada jumlah yang ditetapkan semula.
Langkah-langkah operasional metode tetap
  • Pembentukan dana kas kecil di mana pemegang kas kecil diberi sejumlah uang tunai yang nantinya untuk pembayaran atas pengeluaran yang diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan dalam waktu tertentu.
  • Dana kas kecil dipergunakan untuk pembayaran transaksi pengeluaran.
  • Setelah dana kas kecil habis/hampir habis, kasir membentuk kembali dana kas kecil, mengisinya sebesar jumlah nominal pengeluaran yang terjadi.
Metode berubah-ubah (Fluctuating fund system)

Metode berubah-ubah adalah suatu metode pengisian dan pengendalian kas kecil di mana jumlah kas kecil akan selalu berubah-ubah (sesuai dengan kebutuhan). Sistem ini menghendaki bahwa jumlah nominal kas kecil tidak ditetapkan akan tetapi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, ketika pertama kali membuat kebijakan, perusahaan menetapkan jumlah nominal kas kecil sebesar Rp5 Juta kemudian digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kemudian kas kecil diisi kembali.

Ketika waktu pengisian, jika perusahaan menggunakan sistem dana tetap, maka jumlah kas kecil harus sama jumlahnya dengan saldo awal kas kecil. Namun pada metode sistem dana berubah (dana mengambang), jumlah pengisian kembali kas kecil tidak harus sama dengan jumlah nominal saldo awalnya, jadi bisa kurang maupun lebih.

Ciri-ciri Metode berubah-ubah (Fluctuating fund system)
  • Pembentukan dan pengisian kembali dana kas kecil di catat di debit dalam akun kas kecil.
  • Bukti pengeluaran kas kecil dicatat dalam buku jurnal kas kecil dengan mendebit akun-akun yang terkait dengan penggunaan kredit akun kas kecil.
  • Besarnya jumlah dana kas kecil yang disediakan berfluktuasi disesuaikan dengan perkembangan kegiatan bagian-bagian pemakai dana.
Kas kecil bersifat opsional dalam sebuah perusahan. Artinya, hal ini boleh dilakukan dan boleh juga tidak tergantung dengan kebutuhan. Yang terpenting adalah pembuatan laporan keuangan perusahaan yang tepat.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

BUKU BESAR AKUTANSI DAN MANFAATNYA UNTUK PERUSAHAAN

Buku besar akutansi merupakan buku yang berfungsi sebagai pencatatan transaksi keuangan milik perusahaan. Pada masa lalu, sebelum ditemukan komputer dengan segala perangkatnya yang murah dan memudahkan, manusia memiliki buku besar dalam bentuk fisik dan diisi secara manual. Seiring perkembangan waktu, buku fisik dianggap terlalu besar bentuknya dan cenderung kurang efisien. Namun, secara esensi, buku besar masih dianggap relevan bahkan penting dalam ilmu akutansi. 

Inovasi terus dilakukan hingga buku besar kini hadir dalam bentuk perangkat lunak sehingga bisa diakses menggunakan komputer atau smartphone. Untuk memahami lebih detail sebaiknya Anda belajar seluk beluk buku besar. Hal ini tentunya sangat bermanfaat terutama untuk perusahaan Anda. Berikut penjelasan lengkapnya.
Dasar-dasar buku besar akutansi
  • Isi buku besar 
Buku besar terdiri dari 3 bagian. Pertama merupakan piutang usaha yaitu catatan harian penjualan, penerimaan perusahaan, dan faktur yang belum dibayar klien. Kedua, utang usaha yaitu catatan harian pembelian dan faktur perusahaan yang masih harus dibayar. Ketiga, penggajian yaitu catatan kompensasi setiap karyawan, cek yang ditulis untuk membayar karyawan dan pajak penggajian terkait. Intinya, buku besar akan memasukkan segala kegiatan transaksi keuangan sebuah perusahaan. 
  • Proses pencatatan 
Pembuatan catatan dalam buku besar dibuat dengan sistem entri ganda. Jika semua proses pencatatan tersebut dimasukkan dengan benar, maka buku besar perusahaan akan seimbang. Keseimbangan terbaca jika saldo ditambahkan ke setiap akun maka totalnya akan menjadi nol.

Selain itu, dibuat pula akun neraca yang di dalamnya terdapat pencatatan secara rinci. Pada akun tersebut juga terdapat halaman terpisah untuk pencatatan setiap aset yang dibeli. Hal itu menunjukkan penyusutan untuk setiap aset di halaman yang berdekatan. Terdapat halaman untuk setiap hutang dan pinjaman, juga terdapat banyak entri rangkap antara jurnal dan buku besar.
  • Kelemahan buku besar
Sayangnya, buku besar akutansi memiliki kelemahan. Kesalahan seringkali terjadi ketika proses pencatatan secara manual sehingga tidak didapatkan keseimbangan dalam buku besar. Hal ini merugikan karena kemudian banyak waktu yang terbuang hanya untuk mencari penyebab tidak seimbangnya catatan buku besar manual. Selain itu, buku besar akutansi berbentuk fisik yang semakin dianggap kuno itu tidak memiliki banyak detail dalam akun pendapatan dan pengeluaran. Pencatatan dengan sistem manual juga dianggap kurang efektif dan efisien di era yang serba cepat ini. 

Aplikasi akutansi mempermudah segalanya

Perkembangan teknologi sejak ditemukannya komputer berjalan begitu cepat. Hal itu juga mempengaruhi cara manusia untuk mengolah catatan transaksi keuangannya. Kini telah hadir inovasi berupa aplikasi akutansi sehingga Anda tidak perlu lagi menduplikasi setiap pencatatan seperti dalam buku besar yang berbentuk fisik. Hadirnya aplikasi akutansi ini otomatis menggantikan posisi buku besar karena lebih efektif dan efisien untuk digunakan sehari-hari oleh perusahaan. 
  • Struktur perusahaan
Untuk mendapatkan hasil maksimal dari buku besar umum dan semua laporan lainnya di aplikasi akutansi, Anda perlu mempersiapkan struktur perusahaan dengan benar terlebih dahulu. Anda bisa mempekerjakan seseorang dengan pengalaman, atau paling tidak, mempelajari cara mengatur bagan akun dan klasifikasi sistem akuntansi perusahaan. Menciptakan struktur yang tepat dalam sistem akuntansi akan mempermudah Anda untuk melacak penjualan dan biaya produk, layanan atau proyek tertentu, serta harga pokok penjualan kedepannya. Hal tersebut juga akan mempermudah Anda saat akan memantau semua aktivitas dalam divisi terpisah, melacak inventaris, vendor, serta hal penting lainya untuk membuat keputusan di masa depan.
  • Kelebihan aplikasi dibanding buku besar manual
Proses pembuatan laporan menjadi lebih simpel karena untuk mengatur bagan akun dengan benar, Anda hanya perlu memasukkan setiap transaksi sekali. Setelahnya akan muncul di semua jurnal yang berkaitan, juga dalam buku besar umum yang terperinci. Dalam setiap laporan, Anda bisa melihat setiap transaksi yang masuk ke setiap akun. Dengan tampilan semua entri, Anda akan lebih mudah menemukan pembayaran atau setoran yang tidak termasuk dalam akun tertentu. Selain itu, Anda bisa sekaligus belajar melampirkan salinan dokumen ke transaksi pribadi — seperti faktur yang dapat dicetak, kontrak, dokumen pengiriman, salinan cek yang dibatalkan, atau apa saja yang diperlukan untuk mendukung setoran atau pembayaran. Penulusuran detain pada entri pembayaran atau setoran bisa dilakukan dalam sekali klik, tidak seperti pada buku besar manual yang membutuhkan waktu lebih lama. 
  • Manfaat bagi perusahaan
Manfaat terbaik dari sistem aplikasi akuntansi adalah kemudahan Anda untuk menarik semua jenis laporan. mempertimbangkan untung dan rugi, membandingkan penghasilan tahun ini dengan tahun lalu, serta dapat melihat seberapa banyak perubahan pengeluaran perusahaan di setiap akun dari satu periode ke periode berikutnya. Dengan begitu, Anda akan lebih punya bahan pertimbangan untuk menegosiasikan harga yang lebih rendah dengan vendor, mengidentifikasi produk mana yang tidak menguntungkan dan perlu dikurangi, bahkan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi penggelapan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

KETAHUI LEBIH JELAS DENGAN APA ITU AKUNTANSI DAN AMORTISASI!

Apa itu amortisasi? Jika berbicara mengenai amortisasi yang mengetahuinya mungkin hanya segelintir orang terutama mereka yang mengerti dalam bidang akuntansi. Karena itu untuk beberapa orang kata amortisasi ini belum banyak yang mengetahui. Sekarang sebelum membahas apa itu amortisasi, terlebih dahulu kita akan membahas seluk beluk dalam dunia akuntansi.

Akuntansi merupakan sebuah proses mencatat, meringkas, mengolah, mengklasifikasikan dan menyajikan data sebuah transaksi serta berbagai aktivitas yang terkait dengan keuangan maupun finansial. Adanya akuntansi juga tentu mempermudah seseorang dalam mengambil keputusan serta tujuan lain. 

Berbicara mengenai akuntansi sudah pasti akan berkaitan dengan perhitungan serta angka-angka dalam sebuah transaksi. Akuntansi dibutuhkan dalam setiap proses transaksi baik itu transaksi dalam usaha kecil maupun usaha besar. Adanya laporan akuntansi juga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengambil sebuah langkah keputusan. Akuntansi juga memiliki sebuah fungsi dan tujuan, karenanya kita akan membahasnya satu per satu.

Tujuan dari Akuntansi

Secara umum akuntansi memiliki 3 tujuan. Ketiga tujuan tersebut masing-masing untuk mengumpulkan dan melaporkan keuangan, kinerja, posisi keuangan dan arus kas dalam sebuah perusahaan. Semua informasi yang didapatkan ini nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan ekonomi. Berikut 3 tujuan akuntansi diantaranya:

a. Tujuan Akuntansi Secara Umum
  • Memberikan informasi keuangan, baik itu yang berbentuk aktiva maupun passiva dalam sebuah perusahaan.
  • Menyediakan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi sebuah perusahaan.
  • Memberikan informasi keuangan perusahaan untuk membantu dalam pembuatan estimasi potensi keuntungan perusahaan.
  • Memberikan informasi apabila ada perubahan pada berbagai sumber ekonomi perusahaan baik itu aset, modal maupun hutang.
  • Menyediakan informasi terkait laporan keuangan untuk membantu pengguna laporan tersebut.
b. Tujuan Akuntansi Secara Khusus
Akuntansi juga memiliki tujuan secara khusus yaitu menyediakan sebuah informasi dalam bentuk laporan yang memuat posisi keuangan, hasil usaha serta adanya perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar, namun tetap sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

c. Tujuan Akuntansi Secara Kualitatif
Yang terakhir ada tujuan akuntansi secara kualitatif, di dalamnya meliputi beberapa hal berikut diantaranya:
  • Memberikan informasi yang sesuai
  • Menyampaikan sebuah informasi yang sudah teruji kebenarannya
  • Informasi yang diberikan dapat dipahami oleh setiap pihak yang memiliki wewenang menerimanya
  • Menyampaikan laporan keuangan untuk kepentingan semua pihak yang terkait dalam aktivitas perusahaan
  • Memberikan informasi transaksi yang real time
  • Informasi yang diberikan atau disampaikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dan dapat diperbandingkan
  • Dalam menyampaikan laporan keuangan pun harus sesuai dan memenuhi standar
Fungsi dari Akuntansi

Setelah mengetahui tujuan dari adanya akuntansi, fungsi dari akuntansi juga perlu kamu ketahui. Mengapa akuntansi dibutuhkan dalam perusahaan dan apa saja sih fungsi dari akuntansi? Selengkapnya 7 fungsi dari akuntansi sebagai berikut:

a. Recording Report
Melakukan perekaman catatan transaksi secara sistematis adalah salah satu fungsi dari akuntansi. Rekam catatan inilah yang nanti dikirim kepada Account Ledger sampai pada akhirnya menyiapkan akun akhir untuk mengetahui profit and loss dari bisnis pada akhir periode akuntansi.

b. Melindungi Properti dan Aset
Untuk menghitung jumlah penyusutan aset dengan menggunakan sebuah skema atau metode yang tepat dan berlaku untuk aset tertentu. Semua disipasi tidak sah dari aset akan mengakibatkan jalannya bisnis tersebut mengalami penurunan akhirnya bangkrut. Karena itu, sistem akuntansi ini dirancang untuk melindungi properti dan aset bisnis dari pemakaian yang tidak sah.

c. Mengkomunikasikan Hasil
Yang ketiga untuk melakukan komunikasi terkait hasil dan transaksi yang dicatat oleh semua pihak yang tertarik melakukan bisnis dengan pihak lainnya, misalnya seorang karyawan, investor, kreditor dan sebagainya.

d. Meeting Legal
Selanjutnya akuntansi juga memiliki fungsi yang terkait dengan perancangan dan pengembangan sebuah sistem. Seperti contohnya sistem yang digunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan hasil harus memenuhi persyaratan hukum. Sistem ini akan digunakan untuk mengaktifkan kepemilikan atau wewenang untuk mengajukan berbagai pernyataan, seperti pengembalian penjualan-pajak, pengembalian pendapatan pajak dan hal-hal lainnya yang sejenis.

e. Mengklasifikasikan
Fungsi yang ke 5 adalah sebagai klasifikasi yang berkaitan dengan analisis sistematis dari semua data yang tercatat. Adanya klasifikasi juga akan memudahkan pengelompokkan sebuah transaksi atau entri. Aktivitas klasifikasi ini lah yang disebut Ledger.

f. Membuat Ringkasan
Tujuan ke 6 dari akuntansi adalah melakukan ringkasan dalam penyajian data rahasia dengan penyampaian yang dapat dimengerti dan berguna bagi internal maupun eksternal pengguna akhir dari laporan tersebut. Ringkasan tersebut akan mengarah pada penyusunan laporan seperti:
  • Neraca saldo
  • Laporan laba rugi
  • Neraca
g. Analisis dan Menafsirkan
Dan yang terakhir adalah analisis dan melakukan penafsiran data keuangan. Data yang sudah diproses dan dianalisis kemudian akan diinterprestasikan dengan cara yang mudah dimengerti sehingga data tersebut dapat mendukung penilaian kondisi keuangan dari operasional perusahaan tersebut.

Hasil dari analisis juga dapat digunakan untuk persiapan rencana di masa depan dan framing dari kebijakan untuk pelaksanaan rencana tersebut.

Setelah memahami setiap tujuan dari akuntansi baru kita akan membahas apa itu amortisasi.

Apa Itu Amortisasi?

sebagian dari kalian mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu amortisasi. Karenanya, amortisasi adalah sebuah prosedur dengan cara bertahap dapat mengurangi nilai biaya dan aset (aktiva yang tidak berwujud), dengan umur ekonomis yang terbatas melalui pembebanan secara berkala ke pendapatan.

Sebenarnya istilah amortisasi dalam akuntansi dapat diartikan sebagai sebuah pengalokasian biaya aktiva yang tak berwujud dan mengacu pada pengurangan kewajiban pembayaran pokok beserta bunga, secara lebih teratur dalam jumlah tertentu sampai pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.

Secara umum metode yang digunakan dalam amortisasi aset tidak berwujud menurut akuntansi ada dua jenis, yaitu metode garis lurus dan metode saldo menurun. Jika mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2000 mengenai perubahan ketiga atas UU Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, metode dan penilaian amortisasi aset tak berwujud dikelompokkan berdasarkan masa manfaatnya.
Kelompok Harta Tidak BerwujudMasa ManfaatTarif Amortisasi
Garis LurusSaldo Menurun
Kelompok 14 Tahun25%50%
Kelompok 28 Tahun12,5%25%
Kelompok 316 Tahun6,25%12,5%
Kelompok 420 Tahun5%10%
a. Metode Garis Lurus
Metode penyusutan garis lurus ini adalah sebuah metode pengalokasian pembebanan biaya, dimana total biaya yang dialokasikan setiap tahunnya sama. Dengan kata lain, metode garis lurus, nilai biaya penyusutan konstan setiap tahunnya, dari tahun perolehan sampai dengan tahun akhir masa manfaatnya.

b. Metode Saldo Menurun
Metode yang kedua adalah metode saldo menurun yaitu metode pengalokasian pembebanan biaya, dimana jumlah biaya yang dialokasikan akan semakin menurun setiap tahunnya seiring bertambahnya masa manfaat dan pada tahun dimana adalah akhir dari masa manfaat tersebut akan dilakukan penyusutan sekaligus atas nilai sisa buku yang ada.

Dalam metode saldo menurun, tahun perolehannya biaya penyusutan akan lebih besar dan pada tahun berikutnya biaya akan semakin mengecil.

Contoh Amortisasi

Untuk lebih mempermudah kamu memahami apa itu amortisasi kita akan buat contohnya di bawah ini:
  • Sebuah perusahaan memiliki pinjaman senilai Rp10 juta dan setiap tahunnya diangsur sebesar Rp1 juta, maka perusahaan tersebut dianggap telah mengamortisasi pinjaman senilai Rp1 juta setiap tahunnya.
Sekarang sudah lebih paham kan mengenai seluk beluk dalam akuntansi dan amortisasi? So, sekarang kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dalam perusahaanmu.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

CARA MENGHITUNG RASIO PERPUTARAN PERSEDIAAN

Inventory Turnover Ratio atau Rasio Perputaran Persediaan merupakan sebuah rasio efisiensi yang menunjukkan seberapa efektif dari persediaan yang dapat dikelola dengan membandingkan harga pokok penjualan (HPP) dalam persediaan rata-rata untuk suatu periode. Rasio ini digunakan untuk mengukur rata-rata dari persediaan diputar dalam suatu periode. Artinya, rasio ini mengukur berapa kali perusahaan menjual total persediaan rata-rata sepanjang tahun. Rasio ini akan menjadi sebuah indikator yang baik dalam menentukan nilai kualitas persediaan dan pembelian yang efektif dalam manajemen persediaan (Inventory Management).

Di dalam Rasio ini terdapat dua komponen penting, pertama pembelian barang (stock purchasing) untuk persediaan dan yang kedua adalah penjualan (sales). Apabila jumlah barang yang dibeli banyak sehingga menyebabkan jumlah dari persediaannya meningkat, maka perusahaan harus menjual dalam jumlah yang besar untuk mengoptimalkan kinerja dari perputaran persediaannya (inventory turnover)

Jika tidak, maka akan timbul biaya-biaya penyimpanan persediaan dan biaya penanganan persediaan lainnya. Agar persediaan dapat berputar secara lebih efektif, penjualan harus sesuai dengan pembeliaan barang itulah mengapa sebabnya mereka yang mengelola pembelian (purchasing) harus sejalan dengan mereka yang mengelola penjualan (sales).

Penilaian Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

Rasio perputaran yang tinggi menandakan perusahaan tersebut tidak mengeluarkan biaya yang banyak untuk membeli barang dagangannya dan dapat mengoptimalkan pengeluarannya. Bagia para investor, rasio ini dapat digunakan untuk melihat sekaligus mengukur likuidasi sebuah perusahaan yang bersangkutan. Karena persediaan merupakan salah satu aset atau aktiva terutama untuk perusahaan retail. Pengukuran rasio ini juga menunjukkan seberapa mudah persediaan dapat dijual sehingga dapat dikonversi menjadi uang tunai.

Rumus Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

Dalam Rasio Perputaran ini ada rumus yang perlu dipahami yaitu dengan membagi Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk suatu periode dengan rata-rata persediaan untuk periode tersebut. Karenanya sebelum melakukan perhitungan, pastikan dahulu mengetahui rumus perhitungannya

Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan / Rata-rata Persediaan

Pada umumnya penggunaan rata-rata persediaan dari rumus ini adalah sebagai pengganti persediaan akhir yang sangat berfluktuasi pada sepanjang tahunnya. Seperti contoh, perusahaan mungkin akan membeli barang dagangan dalam jumlah yang cukup banyak di awal tahun, lalu akan menjualnya di bulan bulan selanjutnya sehingga persediaan di akhir tahun akan menjadi sedikit. Kondisi tersebut tidak akurat dalam mencerminkan persediaan aktual sepanjang tahun. Karenanya, dibutuhkan perhitungan rata-rata persediaan. Average Inventory dihitung dengan cara menambahkan persediaan awal dan persediaan akhir, lalu dibagi dua.

Rata-rata Persediaan = (Persediaan Awal + Persediaan Akhir) / 2
Rumus Rasio ini juga dapat ditulis seperti berikut ini :

Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan / ((Persediaan Awal + Persediaan Akhir) / 2)

Kita akan buat sebuah kasus:

Sebuah toko yang menjual sebuah komputer lalu melaporkan biaya pokok penjualannya pada laporan laba/rugi senilai Rp100 juta. Persediaan awal dari toko ini adalah senilai Rp300 juta sedangkan persediaan akhirnya adalah senilai Rp200 juta. Lalu, berapakah rasionya dari toko komputer tersebut?

Diketahui,
  • Penjualan : Rp100 juta
  • Persediaan Awal : Rp300 juta
  • Persediaan Akhir : Rp200 juta
Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio) = ?

Jadi,

Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan / ((Persediaan Awal + Persediaan Akhir) / 2)

Rasio Perputaran Persediaan = Rp. 100.000.000,- / ((Rp. 300.000.000,- + Rp. 200.000.000,-) / 2)

Rasio Perputaran Persediaan = 0,6 kali

Jadi, pada Inventory Turnover Ratio Toko Ponsel ini adalah sebesar 0,6 kali.
  • Pastikan untuk menemuka informasi sesuai dengan data statistik dengan bidang industri kamu hal ini karena agar kamu dapat melihat bagaimana peringkat perusahaan kamu dalam hal perputaran persediaan dibandingkan dengan para kompetitor dalam bidang yang sama. rekomendasi terbaik adalah rekomendasi yang disarankan oleh para akunting dalam perusahaan kamu, nantinya para akunting ini akan memberikan informasi terkait apakah angka perputaran persediaan dalam perusahaan kamu baik atau tidak.
  • dan jangan lupa untuk memastikan bahwa Harga Pokok Penjualan dan rata-rata persediaan ditentukan menggungkana dasar perhitungan yang sesuai.
Karenanya untuk mereka yang memiliki sebuah usaha yang tujuannya untuk menggaet para investor, menggunakannya sebagai pengukur likuiditas pada usaha kamu. Hal ini karena persediaan barang merupakan sebuah aset perusahaan terutama untuk yang bergerak dalam bidang retail seperti yang sudah disebutkan di atas.

Perlu diingat bahwa setiap usaha maupun bisnis memiliki Inventory Turnover yang berbeda. Contoh, perputaran persediaan yang dialami sebuah perusahaan atau bisnis yang bergerak dalam bidang konsumsi seperti beras atau sembako tentu akan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan perputaran persediaan dari perusahaan yang menjual mobil mewah.

Karenanya, apabila kamu ingin melakukan perbandingan pada Inventory Turnover bisnis dengan kompetitor, pastikan bisnis tersebut bergerak dalam industri yang sama dan kamu juga dapat menempatkan posisi terbaikmu dalam pasar tersebut agar dapat melihat sekaligus mengamati perkembangan bisnis tersebut.

Ingat! Dengan mengetahui rasio perputaran persediaan barang dagangan kamu, tentu akan memudahkan kamu dalam membuat keputusan saat membeli persediaan berikutnya.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

6 CARA MENGUKUR ARUS KAS YANG MENENTUKAN KEBERHASILAN BISNIS ANDA

Banyak pengusaha yang menganggap arus kas adalah raja. Hal ini dikarenakan arus kas memiliki peran penting dalam perusahaan dan segala kegiatan operasional bisnis dijalankan bergantung pada arus kas tersebut. Tapi tahukah Anda apa itu sebenarnya arus kas? Arus kas atau cash flow bukan hanyalah sebuah laporan keuangan di dalam kertas yang berisi mengenai kas masuk dan kas keluar selama satu periode. Arus kas adalah laporan yang membahas bagaimana bisnis menerima uang (dari penjualan dan investasinya) serta cara yang digunakannya untuk membelanjakan uang (untuk biaya operasional, investasi modal, pajak, dan bunga). Dengan kata lain, arus kas lebih dari sekedar mengukur pendapatan yang dijual bebas.

Jika perusahaan tidak melakukan pekerjaan dengan baik dalam mengelola uang yang masuk dan keluar, Anda mungkin harus bersiap diri untuk kegagalan. Jika ini terjadi, Anda harus berjuang setiap harinya untuk mengelola operasional dan menutupi kewajiban sehari-hari. Sebuah laporan yang ditemukan di Small Business Administration menemukan bahwa 28% dari bisnis yang menyatakan laporan kebangkrutan dikarenakan struktur keuangan yang bermasalah harus disalahkan. Jika Anda ingin memiliki bisnis yang berhasil di tahun mendatang, penting bagi Anda untuk belajar mengukur dan mengelola arus kas secara efektif.

Meski arus kas menjadi salah satu metrik keuangan paling vital untuk dilacak bisnis, tidak semua perusahaan perlu menggunakan setiap metode pengukuran. Di bawah ini adalah beberapa cara mengukur arus kas yang baik untuk bisnis Anda.

Free Cash Flow

Free cash flow mewakili uang tunai yang dimiliki perusahaan setelah pengeluaran modal, seperti pembayaran perlengkapan dan peralatan perusahaan. Ini juga merupakan salah satu metrik paling umum untuk mengukur uang masuk dan keluar perusahaan. Free cash flow dapat digunakan untuk memperluas lini produk dan layanan, melunasi utang, dan memungkinkan bisnis untuk mengejar kegiatan lain yang membantu meningkatkan nilai perusahaan kepada pemegang saham.

Untuk menghitung free cash flow, Anda harus mulai dengan menemukan EBIT, atau pendapatan sebelum bunga dan pajak. Free cash flow sama dengan:

EBIT x (1- Tax Rate) + Depresiasi + Amortisasi – Perubahan Modal Kerja Bersih – Belanja Modal

Namun, jika Anda telah menghitung arus kas operasional (lihat poin no. 3), maka Anda dapat menemukan Free Cash Flow dengan mengurangi pengeluaran modal dari OCF (Operations Cash Flow).

Discounted Cash Flow

Pengukuran Discounted Cash Flow (DCF) sangat penting untuk membantu Anda mengevaluasi prospek investasi dengan membandingkan proyeksi arus kas masa depan dengan biaya modal saat ini.

Anda dapat menghitung DCF dengan membagi pendapatan tahunan yang diharapkan dengan tingkat diskonto berdasarkan biaya tertimbang dari peningkatan modal dengan mengeluarkan utang. Dengan mendiskontokan proyeksi pendapatan dan biaya di masa depan, investor dapat memperkirakan nilai saat ini dari suatu peluang. Jika nilai yang dihitung lebih tinggi dari biaya investasi saat ini, itu adalah prospek yang baik. Biasanya, arus kas jenis ini cocok digunakan di berbagai industri termasuk keuangan investasi, penilaian real estate dan paten.

Operations Cash Flow

Operations Cash Flow atau OCF menyampaikan uang yang diakumulasikan sebagai hasil dari aktivitas bisnis yang normal dan berkelanjutan. Sehubungan dengan OCF, “kegiatan bisnis” termasuk pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT), tetapi tidak termasuk modal jangka panjang atau biaya investasi. Untuk menghitung arus kas dari operasional bisnis, cobalah mulai dengan menemukan EBIT bisnis. Kemudian gunakan rumus di bawah ini:

EBIT + Depresiasi – Pajak

Nilai arus kas dari operasional terletak pada kenyataan bahwa ia mempertimbangkan uang dari penjualan barang dan jasa, sementara tidak termasuk biaya modal jangka panjang. Akibatnya, metrik atau cara ini sangat berguna untuk perusahaan dengan banyak aset tetap dalam bentuk aset bangunan dan peralatan. Biasanya, penyusutan ini akan mengurangi laba bersih. Dengan menghitung arus kas operasional, perusahaan dapat mendiskontokan depresiasi sebagai biaya non tunai dan mendapatkan pandangan yang lebih realistis tentang kepemilikan kas mereka.

Unlevered Free Cash Flow (UFCF)

Unlevered free cash flow (UFCF) membantu Anda mengungkapkan uang yang tersedia sebelum memperhitungkan utang dan tanggung jawab lainnya. Untuk menentukan arus kas ini, cobal mulailah dengan menghitung EBITDA dan CAPEX, atau pengeluaran modal yang digunakan untuk mendanai kegiatan bisnis. UFCF bisa Anda hitung dengan rumus di bawah ini:

EBITDA – CAPEX – Modal Kerja – Pajak

Manajer keuangan sering mempertimbangkan metrik ini ketika menilai efisiensi yang digunakan kepala departemen mereka untuk menggunakan dana. Akibatnya, UFCF dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk penganggaran uang.

Levered Cash Flow

Levered cash flow (LCF) mengacu pada free cash flow yang ditinggalkan perusahaan setelah memenuhi utangnya. Menentukan LCF sangat penting bagi pemegang saham, karena memberi tahu mereka berapa banyak uang tunai yang tersedia untuk tujuan distribusi dan investasi. Jika cash flow yang dibayarkan untuk utang melebihi arus kas masuk, perusahaan mungkin memiliki arus kas negatif dengan leverage meskipun OCF positif. Anda dapat menemukan arus kas leverage bisnis Anda dengan rumus berikut:

Aliran uang tunai bebas pajak tanpa bunga – Bunga + Pelunasan Pokok Wajib

Menghitung levered cash flow sangat penting bagi perusahaan yang ingin melakukan pinjaman uang. Di mana, bank atau investor akan mengevaluasi free cash flow yang diungkit (LCF) ketika membuat keputusan peminjaman. Lalu, perusahaan dengan utang yang terlalu banyak, mungkin tidak akan dapat memperoleh pembiayaan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup dan tumbuh. Selain itu, arus kas yang diungkit membantu perusahaan menilai apakah mereka memiliki sumber daya untuk berkembang atau tidak.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas dari aktivitas pendanaan membantu memperhitungkan aktivitas eksternal yang memungkinkan bisnis untuk meningkatkan modal dan melunasi utang dan dengan ekstensi, dapat digunakan untuk mengungkapkan kekuatan keuangan perusahaan kepada investor. Arus kas ini bisa membantu Anda dalam melakukan kegiatan pendanaan, termasuk mengeluarkan dividen tunai dan saham, mengambil pinjaman tambahan dan refinancing. Untuk menghitung arus kas perusahaan dari aktivitas pendanaan, Anda bisa menggunakan rumus berikut:

Penerimaan Tunai Dari Penerbitan Saham – Uang Tunai Dibayarkan sebagai Dividen dan Perolehan Kembali Saham

Itulah keenam cara mengukur arus kas yang perlu Anda ketahui. Dan perlu ditekankan, keenam cara di atas tidak perlu kamu lakukan semuanya. Tapi bisa kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

KOMPONEN & SIKLUS AKUNTANSI BIAYA DI PERUSAHAAN JASA, DAGANG & MANUFAKTUR

Dalam menjalankan bisnis pasti ada biaya yang harus dikeluarkan. Biaya umum yang sering diketahui oleh pebisnis pemula adalah biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan biaya lainnya. Nah, sebagai pengusaha, mengetahui biaya yang dikeluarkan bisnis menjadi hal penting demi perkembangan bisnis. Di mana, jika perusahaan tidak bisa mengendalikan biaya yang dikeluarkan,maka bukanlah keuntungan yang didapat melainkan kerugian. Maka penting bagi Anda untuk memahami dan mengelola biaya dalam perusahaan. Di bawah ini, Jurnal akan membahas akuntansi biaya lebih lengkap.

Apa itu Akuntansi Biaya?

Akuntansi biaya merupakan kegiatan atau aktivitas perusahaan berupa pencatatan, pengklasifikasian, pembuatan, hingga pelaporan seluruh transaksi atau biaya yang terjadi dari proses produksi hingga distribusi atau penjualan produk maupun jasa.

Tujuan akuntansi biaya ini adalah sebagai sumber informasi tentang semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan. Di mana selanjutnya informasi ini akan digunakan untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan untuk pengelolaan perusahaan. Selain itu, akuntansi biaya ini juga bisa sebagai alat pertanggungjawaban perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Unsur Pokok dalam Biaya

Biaya dalam akuntansi memiliki empat unsur pokok didalamnya, seperti:
  1. Biaya merupakan sumber ekonomi
  2. Diukur dengan satuan uang
  3. Yang terjadi atau yang belum terjadi
  4. Digunakan untuk mencapai suatu tujuan
Dalam arti yang lebih spesifik, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan atau pengeluaran sumber ekonomi untuk mendapatkan aktiva atau aset untuk memperoleh penghasilan secara tidak langsung yang disebut dengan harga pokok.

Tujuan Akuntansi Biaya untuk Bisnis

Akuntansi biaya dalam sebuah perusahaan memiliki peran penting yang memengaruhi kelangsungan bisnis itu sendiri. Di bawah ini adalah beberapa tujuan akuntansi biaya dalam sebuah perusahaan.
  1. Penetapan biaya dan penentuan harga jual;
  2. Biaya kontrol;
  3. Memastikan jumlah keuntungan setelah semua biaya produksi dan pemasaran di hitung; dan
  4. Penyajian dan pengumpulan informasi dan pernyataan yang diperlukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan berupa keputusan perbaikan harga ketika keadaan normal dan khusus, menentukan prioritas untuk produk, dan kepufusan pembelian bahan baku yang akan dibeli dari supplier.
Golongan Biaya dalam Akuntansi

Setelah mengetahui jenis biaya yang dikeluarkan dalam aktivitas perusahaan, Anda juga harus memahami golongan biaya yang ada pada akuntansi. Setidaknya terdapat 5 jenis golongan biaya dalam akuntansi yang harus Anda ketahui.

1. Fungsi pokok perusahaan
Menurut fungsinya, biaya dibedakan menjadi dua yaitu biaya produksi dan biaya non-produksi. Di mana, biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Sedangkan, biaya non produksi mencakup biaya administrasi dan biaya pemasaran produk.

2. Perilaku biaya
Dalam jenis ini, biaya dikelompokkan menjadi biaya variabel dan biaya tetap yang masing-masing dibedakan menjadi dua kelompok yaitu biaya produksi dan biaya non-produksi yang bersifat variabel dan meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Sedangkan biaya non-produksi bersifat variabel mencakup biaya pemasaran dan administrasi.

3. Keterkaitan dengan produk
Berdasarkan keterkaitannya dengan produk, biaya ini dikategorikan menjadi dua yaitu biaya produk dan biaya periode. Di mana, biaya produk merupakan biaya yang melekat pada produk dan laku dijual, juga tidak terkait dengan waktu pengeluaran biaya. Sedangkan biaya periode merupakan akumulasi nilai biaya tertentu pada periode tertentu, seperti biaya administrasi dan umum

4. Pertanggungjawaban
Biaya pada kategori ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu biaya terkendali seperti biaya iklan dan promosi, serta biaya tidak terkendali seperti biaya penyusutan.

5. Keterkaitan dengan masa manfaat
Berdasarkan keterkaitannya dengan masa manfaat, biaya dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya pengeluaran modal dan biaya pengeluaran penghasilan. Di mana, biaya pengeluaran modal merupakan biaya yang manfaatnya dapat dirasakan setelah lebih dari 1 tahun seperti renovasi gedung, pembelian mesin. Sedangkan Biaya pengeluaran penghasilan merupakan biaya yang dikeluarkan dan masa manfaatnya kurang dari 1 tahun seperti biaya upah, promosi, pembelian material.

Siklus Akuntansi Biaya

Dalam akuntansi biaya sedikit berbeda dengan siklus akuntansi, di mana ada beberapa tahap yang harus Anda lalui dalam siklus akuntansi biaya ini. Apa saja siklus akuntansinya?
  1. Penentuan harga bahan pokok produksi, di mana Anda harus menghitung biaya yang mencakup harga atau biaya dari bahan baku utama yang dibeli, kemudia ditambah dengan biaya pembelian bahan yang dibutuhkan pada proses produksi.
  2. Perhitungan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja langsung.
  3. Perhitungan biaya overhead pabrik selama produksi berlangsung.
  4. Menghitung harga jual produk atau jasa.
Contoh Penerapan Akuntansi Biaya di Perusahaan 

Ada beberapa perbedaan akuntansi biaya di perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa contoh penerapan akuntansi biaya di beberapa perusahaan.

a. Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa merupakan suatu usaha yang hanya memberikan jasa/pelayanan untuk klien atau pelanggannya. Sehingga aktivitas bisnisnya pun sangat sederhana, hanya antara proses persiapan penyedia jasa hingga ke penggunaan jasa, dan terakhir pembayaran jasa oleh klien. Karena itulah siklus akuntansinya sangat mudah dan hanya menghitung persiapan pemberian jasa dan ditutup dengan pemberian harga pokok jasa yang diberikan. Sehingga laporan keuangan pada perusahaan ini hanya menampilkan data harga pokok jasa yang digunakan oleh pelanggan. Data inilah yang disebut informasi untuk menentukan langkah atau keputusan yang akan diambil oleh perusahaan.

b. Perusahaan Dagang
Perusahaan ini memiliki kegiatan jual beli produk oleh perusahaan kepada konsumen, di mana perusahaan ini tidak memproduksi barang dagangannya sendiri, sehingga ia hanyalah mendistribusikan barang dagangan saja. Proses distribusi pun dibagi menjadi dua jenis, yaitu secara langsung (melalui perantara) dan tidak langsung. Dalam perusahaan dagang, terdapat 4 unsur yang menjadi dasar untuk menghitung akuntansi biaya, yaitu: kas keluar, kas masuk, barang masuk, dan barang keluar. Kesimpulannya, siklus akuntansi perusahaan ini memperhitungkan barang yang masuk dan keluar, sehingga terdapat beberapa akun-akun lain yang juga harus diperhitungkan dan diperhatikan seperti HPP, penjualan, pembelian, persediaan, beban pemasaran, potongan pembelian, diskon atau potongan harga.

c. Perusahaan Manufaktur
Perusahaan ini memiliki aktivitas bisnis membuat produk dengan mengolah bahan baku menjadi produk siap jual. Sehingga akuntansi biaya pada manufaktur memiliki tujuan untuk menentukan harga pokok produksi dari setiap barang yang diproduksi. Selain itu, akuntansi biaya di perusahaan manufaktur juga bertujuan untuk menyampaikan informasi berupa harga-harga produksi dari setiap unit yang disimpan di gudang. Lalu bagaimana untuk siklusnya? Siklusnya hampir sama dengan perusahaan dagang, di mana perusahaan manufaktur memulai siklus akuntansi biaya dari persiapan bahan baku, proses pembuatan produk, hingga menghasilkan produk jadi. Di mana, dalam perhitungan akuntansinya terdapat beberapa biaya yang harus diperhatikan seperti harga pokok bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead produksi, dan harga pokok penjualan.

Itulah beberapa hal penting terkait akuntansi biaya dan siklusnya yang telah Anda ketahui. Untuk mengelola dan melakukan proses akuntansi seperti yang dijelaskan di atas bukanlah hal mudah, apalagi untuk Anda yang tidak memiliki dasar akuntansi.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

PENTINGNYA LIKUIDITAS & CARA MENGHITUNG LIKUIDITAS PERUSAHAAN

Likuiditas memiliki peran penting dalam perusahaan, baik perusahaan kecil maupun besar harus memerhatikan likuiditasnya dengan baik. Tanpa mengetahui likuiditas perusahaan, Anda tidak akan mengetahui berapa lama perusahaan Anda bisa membiayai kegiatan operasional bisnis. Lalu apa sebenarnya likuiditas? Di bawah ini Jurnal akan membahas lebih detail mengenai pentingnya likuiditas dalam perusahaan.

Apa itu Likuiditas Perusahaan?

Sebelum membahas likuiditas lebih jauh, Anda harus memahami terlebih dulu apa itu likuiditas. Bagi orang yang memiliki dasar manajemen atau keuangan istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, bagaimana dengan Anda? Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban untuk membayar utang-utang jangka pendeknya yang harus segera dibayar dengan menggunakan harta lancar seperti utang usaha, utang dividen, utang pajak, dan lain-lain.

Pada umumnya, tingkat likuiditas suatu perusahaan, bisa ditunjukkan dalam angka-angka tertentu, seperti angka rasio cepat, angka rasio lancar, dan angka rasio kas. Di mana, semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan, maka semakin tinggi juga kinerja perusahaan tersebut. Selain itu, biasanya perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi akan memiliki kesempatan lebih baik untuk mendapatkan berbagai dukungan dari banyak pihak, mulai dari lembaga keuangan, kreditur, maupun pemasok.

Fungsi Likuiditas

Ada banyak fungsi likuiditas dalam sebuah perusahaan. Di bawah ini adalah beberapa fungsi dari mengelola likuiditas yang baik. 
  1. Sebagai media dalam melakukan kegiatan bisnis perusahaan sehari-hari.
  2. Sebagai alat untuk mengantisipasi kebutuhan dana darurat.
  3. Untuk memudahkan nasabah (bagi bank atau lembaga keuangan yang hendak melakukan pinjaman atau penarikan dana.
  4. Dasar acuan tingkat fleksibilitas suatu perusahaan dalam mendapatkan persetujuan investasi atau usaha lain yang menguntungkan.
  5. Alat untuk memicu perusahaan dalam upaya perbaikan kinerja.
  6. Alat ukur tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek.
  7. Dapat membantu manajemen dalam memeriksa efisiensi modal kerja.
  8. Membantu perusahaan dalam melakukan analisis dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek.
Manfaat Likuiditas Perusahaan

Mempertahankan tingkat likuiditas menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Di mana, dengan mempertahankan likuiditasnya, perusahaan bisa mendapatkan kepercayaan dari pihak internal maupun eksternal. Pihak internal yang dimaksud di sini misalnya adalah seorang karyawan, dengan tingkat likuiditas yang baik, perusahaan mampu membayarkan gaji karyawan sesuai tanggal yang ditentukan. Namun, tanpa memerhatikan likuiditasnya, mungkin saja gaji karyawan selalu dibayarkan mundur. Ini tentu akan memengaruhi kinerja karyawan yang juga akan berpengaruh terhadap perkembangan bisnis.

Sedangkan, bagi pihak eksternal misalnya supplier, likuiditas ini bisa membuat pihak eksternal lebih percaya dengan perusahaan Anda. Bukan hanya bagi supplier, Anda juga bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman modal dari bank, investor, maupun pihak lainnya.

Kewajiban yang Harus Dipenuhi Perusahaan

Umumnya, terdapat dua jenis kewajiban yang harus dipenuhi oleh Anda sebagai pemilik perusahaan, yaitu likuiditas badan usaha atau kemampuan perusahaan dalam membayar utangnya saat jatuh tempo, dan likuiditas perusahaan atau kemampuan perusahaan dalam membiayai operasional perusahaan.

Dua kemampuan pemenuhan kewajiban di atas bisa menjadi tolok ukur kesuksesan sebuah UKM. Misalnya, ketika Anda memiliki usaha coffee shop, Anda bisa membayar utang pembelian bahan kopi dan membayar utang atas pembelian mesin kopi yang Anda gunakan. Namin, pada saat harus membayar operasional bisnis Anda tidak mampu, misalnya tidak mampu membayar gaji karyawan. Ini artinya bisnis Anda memiliki likuiditas badan usaha yang baik, namun tidak baik di likuiditas perusahaan.

Komponen Likuiditas

Hal selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah komponen dari likuiditas itu sendiri, apa saja komponen pada likuiditas? Berikut ini adalah 3 komponen likuiditas yang harus Anda ketahui.
  1. Kerapatan, yaitu gap atau jarak yang terjadi antara harga normal suatu barang dengan harga yang disetujui.
  2. Kedalaman, yaitu jumlah atau volume barang yang dijual dan dibeli pada tingkat harga tertentu.
  3. Resiliensi, yaitu tingkat kecepatan perubahan harga ke arah harga efisien setelah terjadi penyimpangan atau ketidakstabilan harga.
Cara Menghitung Likuiditas dengan Rasio Likuiditas

Nah, sampai di sini apakah Anda penasaran apakah perusahaan Anda memiliki likuiditas yang baik atau tidak? Untuk memperhitungkannya, Anda bisa menggunakan rumus rasio likuiditas. Perhitungan ini dibagi menjadi 4 jenis rasio likuiditas, apa saja itu?

a. Current Ratio

Rasio lancar ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana aktiva lancar perusahaan dapat menutupi utang jangka pendeknya. Jika nilai yang dihasilkan menunjukkan nilai yang tinggi, maka semakin tinggi juga kemampuan perusahaan dalam menutupi utang jangka pendek yang dimilikinya.

Rasio Lancar = aktiva lancar / utang lancar

Jika hasil nilainya rendah seperti dibawah 1.2, maka artinya perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk membayar utang jangka pendeknya. Selain itu, nilai yang lebih rendah juga menyatakan bahwa perusahaan telah menggunakan aktiva lancarnya secara efektif. Aktiva lancar yang digunakan dalam rasio ini meliputi kas dan setara kas, persediaan barang, piutang usaha dan piutang lain-lain seperti gaji. Jenis rasio ini bisa Anda gunakan untuk perhitungan utang yang masa pelunasannya kurang dari satu tahun seperti utang pajak.

b. Cash Ratio

Cash ratio biasa disebut rasio kas ini biasanya digunakan untuk mengukur besarnya uang kas yang tersedia untuk melunasi utang jangka pendek perusahaan. Angka rasio ini disarankan memiliki angka sebanding, antara kas dan utangnya, yakni menunjukkan 1 : 1.

Di mana, semakin besar kas dibanding utang jangka pendek juga dinilai baik, karena adanya ketersediaan dana untuk melunasi kewajiban jangka pendek tersebut.

Cash ratio = Kas dan setara kas / utang jangka pendek

Kas dan setara kas yang dimaksud di sini meliputi kas perusahaan dan surat berharga yang mudah dicairkan, seperti obligasi maupun reksa dana ketika perusahaan Anda membutuhkan dana darurat. Sebenarnya rasio kas ini tidak terlalu banyak diminati perusahaan dalam memperhitungkan likuiditas keuangan. Hal ini dikarenakan jumlah kas yang berlebih dianggap sangat tidak produktif sehingga tidak dimanfaatkan dengan baik.

c. Quick Ratio

Quick ratio dikenal dengan rasio cepat yang memperhitungkan persediaan barang sebagai bagian dari aktiva lancar untuk melunasi kewajiban jangka pendek. Hal ini dikarenakan persediaan dinilai membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicairkan. Untuk memperhitungkan quick ratio, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini.

Quick Ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan) – Utang Lancar 

Jika hasil dari quick ratio ini lebih dari 1.0, maka kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendeknya dinilai baik. Namun, jika di atas 3.0, maka kemampuan perusahaan dinilai kurang produktif. Hal ini karena aktiva lancar tidak didistribusikan secara maksimal dalam bentuk investasi lain. Melalui rasio ini, Anda juga bisa melihat apakah arus kas berjalan dengan baik atau tidak.

d. Cash Turnover Ratio

Anda juga bisa menghitung likuiditas menggunakan cash turnover ratio atau rasio perputaran kas. Di mana, dengan rasio ini, Anda bisa melihat berapa kali kas perusahaan berputar dalam satu periode yang dinilai melalui penjualan. Untuk memperhitungkan rasio perputaran kas, di bawah ini adalah rumus yang bisa Anda gunakan:

Cash Turnover = Penjualan Bersih / Rata-Rata Kas

Jika ditemukan nilai rasio ini semakin besar, maka kemampuan perusahaan dalam keuangan dinilai semakin besar juga. Kas yang berputar menunjukkan semakin cepat pula kas masuk dalam perusahaan. Ini artinya pendapatan semakin meningkat sehingga kas untuk kegiatan operasional juga berjalan lancar.

Itulah beberapa hal terkait likuiditas perusahaan yang harus Anda kelola dan perhatikan dengan baik. Dengan mengelola likuiditas perusahaan berarti telah memastikan perusahaannya bisa berjalan dengan baik.

Konsultasikan keluhan keuangan bisnis anda pada kami, siap membantu apapun kendala keuangan anda. Kami menyediakan berbagai macam jasa keuangan diantaranya :
  1. Jasa Pembukuan dan Jasa Akuntansi /Accounting Services
  2. Jasa Penyusunan Laporan Keuangan 
  3. Jasa Audit/ Atestasi/ AUP (Rekanan Kantor Akuntan Publik Terdaftar)
  4. Jasa Konsultasi Manajemen & Keuangan/ Financial Management Services
  5. Jasa Konsultasi Perpajakan/ Tax Services
  6. Penjualan Software Accounting & Kasir (POS) Offline dan Online
  7. Jasa Pelatihan (Training Akuntansi dan Software Akuntansi/ Kasir)
KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR KONSULTAN PAJAK BATAM
KANTOR JASA AKUNTANSI BATAM
KANTOR AKUNTAN PUBLIK BATAM
KONSULTAN KEUANGAN BATAM
SOFTWARE AKUNTANSI BATAM
SOFTWARE ACCOUNTING BATAM
SOFTWARE KASIR BATAM
SOFTWARE POS BATAM
PT. LADFANID KONSULTINDO BATAM
JASA PEMBUKUAN BATAM
JASA PERPAJAKAN BATAM
JASA AKUNTANSI BATAM

Postingan Populer